Leces, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD tahun 2026 berjalan objektif, transparan dan akuntabel.

Sebanyak 10.971 siswa dari 610 SD negeri dan swasta mengikuti TKA yang digelar mulai 20 hingga 30 April 2026 dalam empat gelombang. Untuk menjamin kelancaran, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah sekolah.

Monev dipimpin Kepala Bidang Pembinaan SD Sri Agus Indariyati didampingi Plt Kasi Kurikulum Miske Puspita Dewi dengan menyasar beberapa sekolah di Kecamatan Leces.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indariyati menjelaskan TKA dirancang sebagai instrumen untuk mengukur capaian akademik siswa secara objektif sekaligus menjadi bahan evaluasi peningkatan mutu pembelajaran.

“TKA ini menjadi alat untuk memotret capaian akademik siswa secara objektif. Hasilnya juga akan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan pemangku kebijakan,” ujarnya.

Ia menegaskan pelaksanaan asesmen mengedepankan prinsip keadilan dan transparansi, serta diarahkan untuk mendorong pembelajaran berbasis pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan.

“Kami ingin siswa memiliki kemampuan berpikir yang baik melalui pemahaman konsep yang kuat,” jelasnya.

Secara umum, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar meskipun sempat terjadi kendala teknis pada sesi awal akibat gangguan server pusat yang berdampak di wilayah Jawa Timur.

“Ada kendala token di sesi pertama karena gangguan server, namun segera teratasi sehingga pelaksanaan tetap berjalan,” tambahnya.

Sri Agus juga mengimbau seluruh pihak untuk memperketat pengawasan selama pelaksanaan TKA agar sesuai dengan prosedur operasional standar sekaligus menciptakan suasana yang kondusif bagi peserta.

“Pengawasan harus optimal dan suasana dibuat nyaman agar siswa bisa mengikuti asesmen dengan fokus dan tenang,” tegasnya.

Dengan dukungan semua pihak, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo berharap pelaksanaan TKA SD tahun 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah. (len/zid)