Probolinggo, Lensaupdate.com - Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan sekaligus memastikan implementasi kebijakan hari sekolah berjalan optimal.
Sepanjang April 2026, Dewan Pendidikan melakukan kunjungan ke berbagai satuan pendidikan, mulai dari jenjang SMP hingga SMA, termasuk madrasah tsanawiyah (MTs). Kegiatan ini bertujuan melihat kondisi riil di lapangan sekaligus memetakan potensi dan tantangan pendidikan di daerah.
Sejumlah sekolah yang telah dikunjungi di antaranya SMP Negeri 1 Krejengan, SMP Negeri 2 Besuk, SMP Negeri 1 Dringu dan SMP Negeri 2 Gending.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo Abdul Aziz Wahab menyampaikan bahwa Dewan Pendidikan hadir sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan dunia pendidikan.
“Dewan Pendidikan berupaya menjadi mitra terbaik, mitra produktif serta mampu memberikan masukan, saran dan langkah strategis dalam menata pendidikan di Kabupaten Probolinggo agar semakin baik sesuai visi-misi kepala daerah,” ujarnya.
Dari hasil kunjungan tersebut, Dewan Pendidikan menemukan sejumlah potensi positif seperti lingkungan sekolah yang bersih, suasana belajar yang kondusif serta mulai terbentuknya karakter siswa. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam penguatan karakter dan penataan lingkungan sekolah.
“Sekolah yang sudah menunjukkan kondisi baik akan kita dorong untuk terus berkembang, sementara yang masih perlu pembenahan akan menjadi fokus pembinaan ke depan,” jelasnya.
Selain fokus pada mutu pendidikan, Dewan Pendidikan juga memantau pelaksanaan kebijakan lima hari dan enam hari sekolah yang mengacu pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah serta Perbup Nomor 7 Tahun 2026 tentang Hari Kerja ASN.
“Hasil pemantauan menunjukkan kedua sistem tersebut berjalan dengan baik dan tetap mampu menjaga kualitas pembelajaran. Kolaborasi antara sekolah dengan masyarakat serta lembaga pendidikan keagamaan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan,” tegasnya.
Ia menambahkan, respon siswa terhadap sistem lima hari sekolah terbilang positif. Tidak ditemukan kejenuhan yang signifikan, bahkan terjadi peningkatan perilaku dan kedisiplinan siswa.
“Kami menilai sekolah yang masih menerapkan enam hari sekolah pada dasarnya sudah siap jika nantinya beralih ke sistem lima hari. Hal ini didukung oleh ketersediaan fasilitas penunjang seperti musholla, tempat wudhu hingga kegiatan keagamaan di sekolah,” lanjutnya.
Dukungan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai menjadi faktor penting dalam menunjang kebijakan tersebut.
“Dengan adanya MBG, siswa tidak lagi terbebani membawa bekal dari rumah. Ini menjadi salah satu faktor pendukung kesiapan sekolah,” ungkapnya.
Ke depan, Dewan Pendidikan berencana menyusun model sekolah ideal sebagai rujukan pengembangan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Berbagai temuan di lapangan akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam waktu dekat, Dewan Pendidikan juga akan menggelar halaqah pendidikan pada 18 April 2026 dengan tema “Probolinggo Zero ATS” sebagai upaya menekan angka anak tidak sekolah.
“Harapan ke depan, seluruh satuan pendidikan dapat terus berbenah sehingga kualitas pendidikan semakin merata dan meningkat,” pungkasnya. (nab/zid)
