Bantuan Atensi Disalurkan, Dinsos Kabupaten Probolinggo Bantu Disabilitas Lebih Mandiri


Probolinggo, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan dengan menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bagi penyandang disabilitas, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinsos Kabupaten Probolinggo ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta.

Dalam penyaluran tersebut, bantuan kursi roda sebanyak 12 unit diberikan kepada penerima manfaat dari sejumlah kecamatan, di antaranya Gading, Kraksaan, Pajarakan, Sumberasih, Kumbang, Wonomerto dan Tongas. Selain itu, bantuan kaki palsu juga diserahkan kepada 7 orang penerima dari Kecamatan Krejengan, Kumbang, Pajarakan, Tongas dan Gading.

Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menegaskan bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap penyandang disabilitas.

“Bantuan Atensi ini adalah wujud ikhtiar pemerintah daerah bersama pemerintah pusat untuk memberikan perhatian kepada warga dengan keterbatasan fisik,” ujarnya.

Menurut Rachmad, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga memiliki dampak besar dalam mendukung kemandirian penerima manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan adanya kursi roda dan kaki palsu, diharapkan penerima manfaat dapat lebih mudah beraktivitas, sehingga mampu menjadi lebih mandiri dan produktif,” jelasnya.

Ia menambahkan, program Atensi akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memperluas kolaborasi bersama berbagai pihak agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

“Ke depan, sinergi ini akan terus kami perkuat agar jangkauan bantuan semakin luas dan mampu menyentuh lebih banyak warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan. Upaya ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri, berdaya dan tidak tertinggal, khususnya bagi penyandang disabilitas. (mel/fas)