FKPS Perkuat Koordinasi Hadapi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat


Kraksaan, Lensaupdate.com - Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) terus mematangkan persiapan menghadapi Lomba Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Provinsi Jawa Timur kategori Lingkar atau Lingkungan Karakter Sehat. Persiapan dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta pemenuhan berbagai indikator penilaian yang telah ditetapkan.

Program Kabupaten/Kota Sehat merupakan upaya mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni masyarakat melalui sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Program ini telah berjalan sejak tahun 2005 sebagai bagian dari komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan dan masyarakat.

Dalam penilaian Lomba KKS kategori Lingkar, sejumlah aspek menjadi perhatian utama, mulai dari kelembagaan tim pembina, forum komunikasi di tingkat kecamatan dan desa hingga implementasi berbagai tatanan kehidupan sehat.

Penilaian tersebut mencakup berbagai sektor seperti kesehatan masyarakat, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar sehat, perkantoran dan industri, pariwisata, transportasi, perlindungan sosial hingga penanggulangan bencana.

Ketua FKPS Kabupaten Probolinggo dr. Syahrudi mengatakan keikutsertaan Kabupaten Probolinggo dalam penilaian tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan lintas sektor.

“Program Kabupaten/Kota Sehat ini pada dasarnya mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, aman dan nyaman. Karena kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh layanan kesehatan, tetapi juga oleh kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat,” ujarnya.

Menurut Syahrudi, kategori Lingkar atau Lingkungan Karakter Sehat menjadi langkah baru dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam tata kelola program Kabupaten/Kota Sehat. Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses dan sistem yang dibangun secara berkelanjutan.

“Kategori Lingkar ini menekankan pada komponen input, proses dan output dalam membangun tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri. Artinya kita tidak hanya mengejar penilaian, tetapi bagaimana sistem kesehatan masyarakat benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Syahrudi menambahkan FKPS bersama perangkat daerah terkait terus melakukan penguatan data, dokumen serta implementasi program di lapangan sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian.

“Kami berharap melalui persiapan yang matang dan kerja sama lintas sektor, Kabupaten Probolinggo dapat menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan Kabupaten Sehat. Yang terpenting bukan hanya penghargaan, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan lingkungan yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (nab/zid)