FKPS Matangkan Persiapan Penilaian Lingkungan Karakter Sehat


Kraksaan, Lensaupdate.com - Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) menggelar rapat koordinasi (rakor) sekaligus buka puasa bersama dalam rangka memperkuat sinergi program kesehatan di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini berlangsung di Ayo Rene Cafe Desa Sentong Kecamatan Krejengan, Jum'at (13/3/2026).

Rakor tersebut diikuti oleh pengurus FKPS serta dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Heri Mulyadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Saniwar, Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati, perwakilan Dinas Kesehatan, Bapelitbangda, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) serta Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan keikutsertaan Kabupaten Probolinggo dalam penilaian LiNGKAR (Lingkungan Karakter Sehat) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Selain itu, rakor juga menjadi momentum memperkuat koordinasi antara FKPS dan OPD sekaligus mengevaluasi capaian program selama satu tahun terakhir.

Ketua FKPS Kabupaten Probolinggo dr. Syahrudi mengatakan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan kabupaten yang sehat dan berkelanjutan.

“Melalui rapat koordinasi ini kami ingin memperkuat kolaborasi antara FKPS dan OPD agar program Kabupaten/Kota Sehat dapat berjalan lebih optimal, termasuk dalam menghadapi penilaian LiNGKAR tahun 2026,” ujarnya.

Menurut Syahrudi, penilaian LiNGKAR merupakan bagian dari upaya meningkatkan tata kelola program Kabupaten/Kota Sehat sekaligus menjaga kualitas wilayah yang telah meraih penghargaan Swasti Saba.

Ia menambahkan FKPS juga terus mendorong penguatan berbagai program kesehatan lingkungan, salah satunya melalui Gerakan Bersama SIGAP STBM Jatim (Sanitarian Inspiratif Gerakan Aktif Perubahan).

“Sanitarian memiliki peran penting sebagai role model di masyarakat. Ketika petugas kesehatan mampu memberikan contoh perilaku sanitasi yang baik, maka peluang desa untuk mencapai status Open Defecation Free atau ODF juga semakin besar,” jelasnya.

Melalui koordinasi yang solid dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, FKPS optimistis Kabupaten Probolinggo dapat terus meningkatkan kualitas lingkungan sehat serta meraih hasil terbaik dalam penilaian LiNGKAR maupun program Kabupaten/Kota Sehat ke depan. (nab/zid)