Kraksaan, Lensaupate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo memperkuat persiapan menghadapi agenda akreditasi tahun 2026 dengan melakukan pendampingan terhadap 13 lembaga pendidikan di bawah naungannya. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan standar mutu pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
Upaya tersebut menjadi respons atas evaluasi hasil akreditasi tahun 2025 yang menunjukkan adanya sedikit penurunan nilai dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, Disdikdaya menekankan pentingnya persiapan yang lebih matang dan terorganisir dengan melibatkan seluruh unsur di masing-masing lembaga pendidikan.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan keberhasilan akreditasi tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah, tetapi merupakan kerja bersama seluruh anggota lembaga pendidikan.
“Akreditasi merupakan tanggung jawab seluruh anggota lembaga. Ini bukan semata kewajiban kepala sekolah, tetapi kewajiban seluruh elemen yang ada di dalamnya. Mari kita bentuk tim yang kuat dan solid guna memenuhi setiap indikator penilaian yang dipersyaratkan,” katanya.
Hary mengingatkan lembaga pendidikan yang akan mengikuti akreditasi tahun ini agar memahami secara rinci setiap instrumen pemenuhan data yang dibutuhkan dalam proses penilaian.
Ia juga membuka ruang koordinasi bagi lembaga pendidikan yang mengalami kendala teknis dalam proses pemenuhan indikator akreditasi.
“Manakala terdapat kendala dalam proses pemenuhan indikator, saya minta agar segera berkoordinasi dengan kami di dinas. Kita harus bergerak cepat dan tepat. Semoga sukses dan hasil terbaik bagi semua lembaga di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Melalui langkah ini, Disdikdaya berharap proses akreditasi tidak hanya berorientasi pada perolehan nilai semata, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo secara berkelanjutan. (nab/zid)
