Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mematangkan persiapan pelaksanaan Active Case Finding (ACF) melalui rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh dokter Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo secara daring, Jum’at (27/3/2026).
Kegiatan ini digelar untuk menyamakan persepsi terkait tata laksana dan mekanisme pelaksanaan ACF di lapangan, sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kesehatan dalam mendukung percepatan penemuan kasus secara aktif di masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika menegaskan keseragaman pemahaman menjadi kunci utama keberhasilan implementasi program tersebut.
“Melalui rakor ini, kami memastikan seluruh dokter Puskesmas memiliki pemahaman yang sama terkait alur, standar operasional serta strategi pelaksanaan Active Case Finding, sehingga penemuan kasus di masyarakat bisa lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Menurutnya, ACF merupakan langkah strategis dalam mendeteksi penyakit sejak dini agar penanganan dapat segera dilakukan serta mencegah penyebaran yang lebih luas.
“Peran aktif tenaga kesehatan sangat penting dalam meningkatkan cakupan penemuan kasus. Dengan kesiapan yang optimal, pelaksanaan ACF diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian penyakit di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Selain itu, rakor ini juga menjadi sarana penguatan koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan guna memastikan program berjalan efektif, terintegrasi dan berkelanjutan di seluruh wilayah.
Melalui langkah ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo optimistis upaya penemuan kasus aktif dapat ditingkatkan sekaligus memperkuat sistem deteksi dini dalam pengendalian penyakit di daerah. (nab/zid)
