Kraksaan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengukuhkan pengurus Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Probolinggo periode 2026–2028 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (5/3/2026).
Pengukuhan tersebut ditandai dengan pembacaan kata-kata pengukuhan serta penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada Ketua TJSLP Kabupaten Probolinggo Rochman Hidayat dari PT Paiton Operation and Maintenance Indonesia (POMI).
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi, Kepala Bapelitbangda Juwono P. Utomo, sejumlah kepala OPD serta Ketua Forum CSR Kabupaten Probolinggo periode 2023–2025 Sugeng Nufindarko.
Dalam kepengurusan TJSLP periode 2026–2028, posisi Ketua dijabat oleh PT Paiton Operation and Maintenance Indonesia (POMI), Wakil Ketua oleh PT Sinergi Gula Nusantara - PG Wonolangan, Sekretaris oleh PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Paiton dan Bendahara oleh Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Cabang Kraksaan.
Selain itu, sejumlah perusahaan juga terlibat dalam kelompok kerja, di antaranya PT YTL Jawa Power pada bidang pendidikan, Rumah Sakit Rizani pada bidang kesehatan, PT Transjawa Paspro pada bidang infrastruktur, Perum Perhutani pada bidang lingkungan hidup, PT Sasa Inti pada bidang sosial budaya serta PT Sinergi Gula Nusantara - PG Gending pada bidang olahraga.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris berharap forum TJSLP dapat menjadi wadah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha guna mendorong pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Probolinggo.
“Alhamdulillah hari ini telah dilantik Ketua TJSLP Kabupaten Probolinggo periode 2026–2028, Pak Rochman beserta seluruh pengurus. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus sebelumnya, Pak Sugeng dan tim yang telah meletakkan fondasi yang sangat baik,” katanya.
Menurut Bupati Haris, TJSLP tidak hanya berfungsi sebagai wadah pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan diskusi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha untuk merumuskan berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Saya berharap forum ini menjadi wadah silaturahmi dan diskusi. Tidak hanya bicara tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi dan pembangunan daerah,” jelasnya.
Bupati Haris menegaskan pemerintah daerah membuka ruang komunikasi yang luas bagi perusahaan untuk berdiskusi secara langsung maupun melalui forum CSR guna menyelaraskan berbagai program pembangunan daerah dengan kontribusi dunia usaha.
“Teman-teman perusahaan ini adalah mitra pemerintah. Silakan berdiskusi, baik secara langsung dengan saya maupun melalui forum CSR. Saya lebih senang kalau kita sering berdiskusi, karena setiap pertemuan adalah kesempatan untuk belajar,” terangnya.
Lebih lanjut Bupati Haris menjelaskan kontribusi CSR ke depan akan diarahkan agar lebih terkoordinasi, tepat sasaran serta tidak tumpang tindih dengan program pemerintah daerah. Oleh karena itu penting adanya sinergi antara program CSR dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun program pemerintah pusat.
“Kita ingin CSR ini terarah, tepat sasaran, transparan, akuntabel dan berkelanjutan. Programnya harus sinergi dengan program pemerintah agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan lima bidang prioritas yang dapat menjadi fokus kontribusi CSR, yakni pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, lingkungan serta pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kita arahkan CSR pada lima bidang prioritas, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan seperti beasiswa anak kurang mampu, kesehatan termasuk penanganan stunting, lingkungan seperti pengelolaan sampah hingga pemberdayaan ekonomi lokal melalui penguatan UMKM,” tambahnya.
Sementara Ketua TJSLP Kabupaten Probolinggo Rochman Hidayat menegaskan forum TJSLP diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi perusahaan untuk menyelaraskan program tanggung jawab sosial dengan arah pembangunan daerah.
“Harapannya forum ini tidak hanya berhenti pada seremoni saja, tetapi bisa terus berlanjut dan aktif bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk mendukung visi dan misi pembangunan Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Rochman menambahkan program TJSL yang paling bernilai adalah program berbasis community development yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“CSR tidak hanya sekadar memberi bantuan sekali selesai. Yang paling penting adalah bagaimana program tersebut mampu memberdayakan masyarakat, meningkatkan ekonomi mereka dan bisa berkelanjutan,” pungkasnya. (nab/zid)
