BPS Kabupaten Probolinggo dan Pemkab Probolinggo Dorong Hilirisasi Industri untuk Perkuat Ekonomi Daerah


Kraksaan, Lensaupdate.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat sinergi dalam mendukung arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Hal tersebut dibahas dalam dialog interaktif yang digelar di Studio LPPL Radio Bromo FM di lantai dasar Gedung Islamic Center Kota Kraksaan, Rabu (11/3/2026). Dialog tersebut menghadirkan Statistik Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Analistik Wilayah BPS Kabupaten Probolinggo Mohammad Haris bersama Fungsional Ahli Muda BPS Atmasari dengan dipandu host Sony.

Dalam paparannya, Mohammad Haris menyampaikan bahwa struktur perekonomian Kabupaten Probolinggo menunjukkan tren yang positif. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi tahun 2024–2025 yang mencapai 5,34 persen berdasarkan perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan.

“Saat ini sektor pertanian masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 31 persen, disusul sektor industri sebesar 28 persen. Keberadaan kawasan industri manufaktur di wilayah Gending hingga Tongas menjadi peluang besar jika mampu disinergikan dengan potensi lokal,” jelasnya.

Untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah, BPS menilai diperlukan langkah strategis, salah satunya melalui percepatan hilirisasi pada sektor industri dan pertanian.

“Salah satunya dengan mendorong kolaborasi dengan sektor perdagangan yang saat ini memiliki kontribusi sekitar 12 persen terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.

Menurut Haris, hilirisasi pada sektor industri makanan, minuman dan rokok yang menjadi kontributor dominan diyakini dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Selain itu, penguatan daya beli masyarakat juga dinilai penting karena sekitar 70 persen pergerakan ekonomi daerah berasal dari konsumsi rumah tangga. Oleh karena itu stabilitas harga serta kemampuan daya beli masyarakat perlu terus dijaga.

“Strategi lainnya adalah peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri baru,” tambahnya.

Sementara itu, Atmasari mengajak masyarakat untuk turut menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan dimulai pada bulan Juni mendatang. Sensus tersebut bertujuan memutakhirkan data usaha dari skala mikro hingga makro, termasuk aktivitas ekonomi digital yang terus berkembang.

“Kami tengah mematangkan berbagai persiapan, baik dari sisi aplikasi maupun sosialisasi kepada masyarakat. Data yang akurat dari Sensus Ekonomi ini nantinya akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Sebagai instansi vertikal, BPS berkomitmen terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menyediakan data statistik yang berkualitas guna mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang efektif dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)