Kraksaan, Lensaupdate.com - Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) digitalisasi pembelajaran jenjang PAUD tahun anggaran 2026 gelombang kedua. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu (9–11/3/2026) di ruang pertemuan Ki Hadjar Dewantara Disdikdaya Kabupaten Probolinggo.
Sebanyak 40 guru perwakilan dari Taman Kanak-kanak (TK) swasta mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta merupakan delegasi dari lembaga pendidikan yang telah menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID) di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Kepala BBPMP Jawa Timur Praptono mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat tiga aspek utama, yakni pemahaman kebijakan digitalisasi pendidikan, keterampilan teknis pengoperasian PID serta kemampuan menyusun perencanaan dan asesmen pembelajaran berbasis digital.
“Peserta juga dibekali inspirasi pemanfaatan ruang murid dan pengembangan bahan ajar interaktif sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, kolaboratif dan melibatkan peserta didik secara aktif,” ujarnya.
Menurut Praptono, digitalisasi pembelajaran pada jenjang PAUD merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul sebagaimana visi Indonesia Emas 2045.
“Program ini juga merujuk pada Peta Jalan Pendidikan 2020–2035 yang mendorong inovasi pembelajaran digital serta penguatan ekosistem belajar yang inklusif,” jelasnya.
Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyampaikan program digitalisasi pendidikan juga merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, di mana digitalisasi pendidikan menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Di Kabupaten Probolinggo sendiri, lanjut Hary, sebanyak 255 lembaga PAUD formal maupun non-formal telah menerima bantuan Papan Interaktif Digital.
“Pemerintah berkomitmen menyediakan papan interaktif di seluruh sekolah untuk memastikan siswa menerima pelajaran terbaik. Kami berpesan agar peserta mengikuti bimtek ini dengan sungguh-sungguh dan mampu mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada satuan pendidikan lainnya,” katanya.
Hary menjelaskan PID bukan sekadar perangkat layar sentuh, tetapi merupakan media interaksi langsung antara guru dan murid melalui konten visual yang dinamis. Transformasi digital dalam pembelajaran ini mencakup pemanfaatan perangkat teknologi, metode pembelajaran interaktif serta pendampingan guru.
“Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang reflektif, bermakna dan menggembirakan. Dengan demikian, digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi upaya nyata membekali anak usia dini dengan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis sejak dini,” pungkasnya. (nab/zid)
