Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kecamatan Kraksaan menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo tahun 2026 dengan khidmat dan penuh makna, Selasa (6/1/2026). Upacara tersebut berlangsung dengan nuansa kebhinekaan karena seluruh undangan, petugas dan peserta mengenakan pakaian tradisional atau adat Indonesia, mencerminkan keberagaman budaya Nusantara.
Upacara ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Kraksaan, Sekretaris Kecamatan beserta para kepala seksi (kasi) dan kepala subbagian (kasubag), para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Kraksaan, perwakilan instansi vertikal, Kepala Puskesmas Kraksaan, Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kraksaan, Koordinator Penyuluh KB serta Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kraksaan.
Peserta upacara terdiri dari staf Kecamatan Kraksaan dan lima kelurahan se-Kecamatan Kraksaan, perwakilan perangkat desa dari 13 desa, para guru mulai jenjang PAUD, Kelompok Bermain, RA, SD hingga SMP. Turut serta pula para pendamping sosial, baik dari PKH, TKSK maupun pendamping desa dan lokal desa.
Inspektur upacara pada peringatan Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo ini dijabat oleh Sekretaris Kecamatan Kraksaan Budi Setyo Utomo, mengingat Camat Kraksaan mengikuti agenda kedinasan lain yang dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo terkait Kecamatan SAE Award 2026. Sementara komandan upacara dipercayakan kepada staf Kecamatan Kraksaan Arief Jamaluddin.
Petugas upacara lainnya juga berasal dari unsur pendidikan dan aparatur kecamatan. Pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 dilakukan oleh Kepala SDN Asembagus. Perwira upacara adalah Kasubag Perencanaan dan Keuangan Kecamatan Kraksaan Agus Sudja’i. Sedangkan pembacaan sejarah singkat Kota Kraksaan dibacakan oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kraksaan. Pemandu lagu kebangsaan berasal dari perwakilan guru di wilayah Kecamatan Kraksaan.
Camat Kraksaan Puja Kurniawan menyampaikan peringatan Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan menjadi momentum refleksi dan rasa syukur atas perjalanan panjang Kota Kraksaan sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo.
“Di usia yang ke-16 ini, kita patut bersyukur karena Kota Kraksaan terus menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Harapannya ke depan Kraksaan bisa semakin maju, semakin tertata dan yang paling utama mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.
Menurut Puja, penggunaan pakaian adat dalam upacara ini bukan sekadar simbol seremonial, melainkan wujud penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia sekaligus penguatan nilai persatuan.
“Pemakaian pakaian adat ini mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Kami ingin menanamkan rasa bangga terhadap budaya bangsa sekaligus mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Kraksaan,” tambahnya.
Puja berharap semangat Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan dapat menjadi motivasi bersama bagi seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk terus berkolaborasi membangun wilayah.
“Momentum hari jadi ini kami jadikan penyemangat untuk meningkatkan pelayanan publik, memperkuat sinergi lintas sektor dan bersama-sama mewujudkan Kraksaan yang semakin SAE, maju, dan berdaya saing,” pungkasnya. (nab/zid)
