Tampil Gemilang di Surabaya, Atlet Muaythai Kabupaten Probolinggo Raih 23 Medali


Surabaya, Lensaupdate.com – Kontingen Muaythai Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Super Fight SLC Cup & Liga Muaythai Jawa Timur Seri 1 yang berlangsung di Fairwaynine Mall Surabaya, Jumat hingga Minggu (23–25/1/2026).

Dalam kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut, atlet Muaythai Kabupaten Probolinggo sukses mengoleksi 23 medali, terdiri dari 14 medali emas, 4 medali perak dan 5 medali perunggu. Raihan ini menegaskan konsistensi pembinaan dan daya saing atlet Muaythai Kabupaten Probolinggo di level provinsi.

Sebanyak 14 medali emas dipersembahkan oleh Rini Renita, Muhammad Riski Aditiya, Anindya Ayu Purwa Artanti, Yahya Zafitra, Muhammad Nur Rafif, Al Raysa Bintang Indratmadja, Mahendra Dwi Ananda Ibrahim, Andri, Wahyudi, M. Roihan Ikmal Maulana, Naura Fitriyatuz Zidni Adwiyah, Muhammad Kim Azka, Kenan Zanuarius Missa dan Miatus Sholihah dari berbagai kategori usia dan kelas berat badan.

Sementara itu, empat medali perak diraih Mei Dilla Ailya, Najla Nur Salsabila, Moch. Alek Nasirullah dan Muhammad Ken Asyraf. Adapun lima medali perunggu disumbangkan Elmilo Doriawan Boaz, Firda Aulia, Thomas Willyan Ardiansyah, Aulia Mahmuda Latif dan Hoiruddin.

Ketua Umum Pengurus Kabupaten Muaythai Indonesia Probolinggo Deby Abdul Gani mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah tampil maksimal selama pertandingan.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan kualitas latihan, baik secara teknik maupun mental bertanding, agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi luar biasa sekaligus bukti keberhasilan pembinaan Muaythai yang dilakukan secara konsisten.

“Sekali tampil di ajang kejurprov, atlet-atlet Muaythai Kabupaten Probolinggo sudah mampu menunjukkan kemampuan yang sangat membanggakan,” katanya.

Zainul menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari sistem pembinaan yang tertata dengan baik serta proses regenerasi atlet yang berjalan optimal.

“Saya tidak terlalu kaget, karena pembinaan Muaythai di Kabupaten Probolinggo memang luar biasa. Atlet-atlet muda dan pendatang baru sudah bisa langsung bersaing,” jelasnya.

Ia menambahkan, mayoritas atlet yang diturunkan merupakan atlet muda dengan potensi besar untuk masa depan Muaythai Kabupaten Probolinggo.

“Ini menjadi modal penting untuk pembinaan ke depan. Potensinya sangat besar dan harus terus dijaga konsistensinya,” pungkasnya. (mel/fas)