Kraksaan, Lensaupdate.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo terus berupaya menjaga kualitas data statistik pertanian. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pelatihan petugas pendataan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) dan Ubinan yang digelar di ruang pertemuan Jabung 1 dan 3 Kantor Bupati Probolinggo, Rabu hingga Kamis (7–8/1/2026).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta pemahaman petugas lapangan dalam melakukan pengumpulan data statistik tanaman pangan secara akurat dan sesuai metodologi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 60 peserta yang dibagi ke dalam dua kelas.
Kelas A diikuti 30 peserta yang terdiri dari 23 pencacah, 5 pengawas, 1 instruktur dan 1 panitia. Sementara Kelas B juga diikuti 30 peserta dengan komposisi 20 pencacah, 8 pengawas, 1 instruktur dan 1 panitia. Seluruh peserta merupakan petugas yang selama ini terlibat langsung dalam pendataan rutin statistik pertanian BPS Kabupaten Probolinggo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti menyampaikan apresiasi kepada para petugas atas dedikasi dan tanggung jawab yang telah ditunjukkan selama menjalankan tugas pendataan di lapangan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam pengumpulan data statistik tanaman pangan. Peran petugas sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan BPS,” ujarnya.
Lilik menjelaskan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) merupakan kegiatan statistik untuk memperoleh data luas panen komoditas padi dan jagung. Sementara itu, Ubinan digunakan untuk mengukur tingkat produktivitas tanaman pangan, baik padi maupun palawija.
“Kedua survei ini memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi dasar dalam penyusunan data produksi pertanian,” jelasnya.
Menurutnya, data luas panen dan produktivitas yang diperoleh dari KSA dan Ubinan menjadi komponen utama dalam perhitungan angka produksi gabah, baik di tingkat daerah maupun nasional. Angka tersebut kemudian dikonversi menjadi data produksi beras.
“BPS merupakan penyedia data strategis, salah satunya data produksi beras. Oleh karena itu, ketelitian dan kepatuhan terhadap metodologi dalam pendataan menjadi hal yang mutlak,” tegasnya.
Lilik juga mengingatkan seluruh petugas agar senantiasa bekerja sesuai pedoman dan standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Lilik menegaskan bahwa petugas mitra BPS merupakan tenaga terpilih yang dituntut untuk selalu siap dan adaptif terhadap dinamika kegiatan statistik. Meskipun tidak seluruh petugas rutin akan terlibat dalam Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), BPS tetap berupaya melibatkan mereka dalam berbagai survei rutin setiap bulannya.
“Ke depan, petugas mitra akan terus kami libatkan dalam kegiatan seperti KSA, Ubinan, Susenas maupun survei statistik lainnya,” pungkasnya. (nab/zid)
