Mendikdasmen RI Resmikan 27 Sekolah Hasil Revitalisasi di Kabupaten Probolinggo


Banyuanyar, Lensaupdate.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu’ti meresmikan penggunaan 27 satuan pendidikan penerima Program Revitalisasi Pendidikan di Kabupaten Probolinggo yang telah selesai dikerjakan secara penuh. Peresmian digelar di Aula SMKN 1 Banyuanyar, Sabtu (17/1/2026) siang.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mendikdasmen RI yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono serta perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota Probolinggo.

Program revitalisasi pendidikan di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2025 menyasar 31 satuan pendidikan, terdiri dari 4 PAUD, 10 SD, 11 SMP, 2 SMA, 2 SMK dan 2 SLB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 lembaga telah menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen, sementara empat lembaga lainnya ditargetkan rampung pada 31 Januari 2026.

Kegiatan peresmian turut dihadiri perwakilan UPT Kemendikdasmen RI, Kepala BBPMP Jawa Timur, BBGTK Jawa Timur, BBPPV BOE Jawa Timur, Balai Bahasa Jawa Timur, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Probolinggo, para kepala sekolah penerima program serta keluarga besar SMKN 1 Banyuanyar.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen RI Prof. Abdul Mu’ti menegaskan program revitalisasi pendidikan merupakan bagian dari komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, aman dan merata di seluruh Indonesia.

“Program revitalisasi ini adalah upaya pemerintah dalam memperbaiki dan meningkatkan sarana prasarana pendidikan agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif, nyaman dan berkualitas. Ini adalah investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Menurut Mendikdasmen, revitalisasi tidak hanya dimaknai sebagai perbaikan fisik bangunan, melainkan sebagai fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Ia juga memastikan bahwa program revitalisasi pendidikan akan terus berlanjut pada tahun 2026 dengan cakupan yang lebih luas. “Tahun depan program ini tetap berlanjut, bahkan dengan penambahan pagu anggaran bagi lembaga yang telah memenuhi kriteria. Pemerintah berkomitmen memperluas pemerataan kualitas pendidikan,” terangnya.

Mendikdasmen mengingatkan pihak sekolah agar menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah direvitalisasi secara maksimal. “Bangunan yang sudah diperbaiki harus dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pesannya.

Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menegaskan pendidikan merupakan investasi strategis bagi pembangunan daerah. “Hasil pendidikan memang tidak bisa dirasakan secara instan, tetapi kualitas sumber daya manusia masa depan ditentukan oleh bagaimana kita mengelola pendidikan hari ini,” ungkapnya.

Hary menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan revitalisasi 31 satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. “Program ini sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan dan keselamatan peserta didik,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk tahun 2026, Pemkab Probolinggo telah mengusulkan 225 satuan pendidikan sebagai calon penerima program revitalisasi, terdiri dari 61 PAUD, 123 SD dan 41 SMP. “Kami berharap usulan ini dapat terealisasi agar pemerataan mutu pendidikan dapat terus ditingkatkan,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hary turut melaporkan adanya satu ruang kelas ambruk di SDN Sumberkare 1 Kecamatan Wonomerto akibat hujan deras pada Jumat (16/1/2026) sore. Beruntung, kejadian tersebut terjadi di luar jam belajar sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Sekolah tersebut telah masuk dalam program revitalisasi tahun 2026. Kami berharap mendapat perhatian lebih agar keamanan dan kenyamanan belajar benar-benar terjamin,” tambahnya.

Hary menegaskan komitmen Pemkab Probolinggo untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung berbagai kebijakan pendidikan, termasuk revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, pembelajaran mendalam, koding dan kecerdasan artifisial. “Semoga seluruh kebijakan ini mampu melahirkan sumber daya manusia Kabupaten Probolinggo yang unggul, berdaya saing dan berkarakter,” pungkasnya. (ren/zid)