Gading, Lensaupdate.com - Komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi anak usia dini terus diperkuat Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui kegiatan pertemuan rutin dan pembinaan Himpaudi se-Kabupaten Probolinggo yang digelar di Desa Wangkal Kecamatan Gading, Selasa (6/1/2026).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan sosialisasi pencegahan bullying yang melibatkan Polsek Gading. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif agar kasus perundungan tidak terjadi di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Pertemuan ini diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari perwakilan Ketua Himpaudi kecamatan, pengurus Himpaudi Kabupaten Probolinggo, pengurus Himpaudi Kecamatan Gading, pengawas, penilik serta Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Gading.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisah, Kanit Binmas Polsek Gading Aipda Soewondo, petugas SPKT Polsek Gading Aipda Fajar Setiawan serta Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Gading Nurhadi Purwanto.
Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisah mengatakan sosialisasi ini bertujuan membekali guru PAUD dengan pemahaman menyeluruh tentang bullying, mulai dari pengertian, jenis-jenis hingga dampaknya terhadap perkembangan anak.
“Guru PAUD perlu memahami apa itu bullying, bentuk-bentuknya serta bagaimana dampaknya terhadap anak usia dini. Dengan pemahaman yang baik, pencegahan dan penanganan bisa dilakukan secara tepat,” ujarnya.
Menurut Siti, pendidik PAUD memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi bullying sejak dini. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan wawasan guru menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, para guru semakin sigap dan mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Sementara Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Gading Nurhadi Purwanto menegaskan pencegahan bullying tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak.
“Kolaborasi antara pendidik, orang tua, aparat kepolisian dan unsur terkait sangat penting. Bersama Himpaudi, kita wujudkan pendidikan PAUD yang aman, ramah dan lebih SAE,” ungkapnya.
Dalam sesi sosialisasi, Kanit Binmas Polsek Gading Aipda Soewondo memaparkan materi terkait bullying, mulai dari definisi, jenis hingga dampak yang ditimbulkan bagi korban.
“Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang, baik secara fisik, verbal, sosial maupun melalui media digital, dengan tujuan menyakiti atau merendahkan korban,” jelasnya.
Ia menambahkan, dampak bullying pada anak bisa sangat serius, mulai dari gangguan psikologis, penurunan prestasi belajar, isolasi sosial hingga masalah kesehatan fisik. “Perubahan perilaku pada anak harus menjadi perhatian. Jika ditemukan indikasi bullying, maka perlu segera ditangani bersama,” tegasnya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Himpaudi Kabupaten Probolinggo berharap para pendidik PAUD semakin siap menjadi garda terdepan dalam mencegah bullying serta menciptakan lingkungan pendidikan anak usia dini yang aman, inklusif dan ramah. (ren/zid)
