Curah Hujan Tinggi Rendam Sejumlah Desa di Sumberasih, BPBD Kabupaten Probolinggo Bergerak Cepat


Sumberasih, Lensaupdate.com - Hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Sabtu (10/1/2026) sore menyebabkan banjir di sejumlah desa. Banjir terjadi sekitar pukul 17.40 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 15.00 hingga 17.20 WIB.

Akibat tingginya curah hujan, debit air sungai meningkat drastis dan meluap hingga menggenangi area persawahan serta permukiman warga. Beberapa wilayah terdampak di antaranya Dusun Bibes Desa Lemahkembar, Dusun Banjar Utara dan Dusun Beji Desa Banjarsari serta Dusun Krajan Desa Ambulu Kecamatan Sumberasih. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai pinggang orang dewasa.

Wilayah yang mengalami dampak cukup parah berada di Dusun Banjar Utara RT 14 dan RT 15 RW 03 Desa Banjarsari serta Dusun Beji RT 09 RW 03 Desa Banjarsari. Genangan air sempat menghambat aktivitas warga serta akses lingkungan sekitar.

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Sosial (Dinsos) dan instansi terkait segera melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian. Tim gabungan turun langsung untuk melakukan asesmen, pemantauan serta membantu warga terdampak.

Unsur yang terlibat dalam penanganan banjir ini antara lain Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Probolinggo, Camat Sumberasih Agus Setijono, Polsek dan Koramil Sumberasih, Agen Penanggulangan Bencana Jawa Timur, kepala desa setempat serta masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menjelaskan banjir tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi pasang air laut yang terjadi hampir bersamaan.

“Hujan turun cukup deras dan merata sejak pukul 15.00 WIB hingga sore hari sehingga debit sungai meningkat dan menggenangi persawahan serta permukiman warga. Di waktu yang sama terjadi puncak pasang air laut sekitar pukul 18.13 WIB, sehingga air cukup lambat untuk surut,” terangnya.

Oemar menyampaikan setelah kondisi pasang laut berakhir, air mulai berangsur surut. Hingga saat ini petugas masih bersiaga di lapangan guna memastikan situasi tetap aman serta membantu warga yang membutuhkan bantuan lanjutan.

“Alhamdulillah, setelah pasang laut berlalu, air sudah mulai berangsur surut. Petugas masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada potensi lanjutan yang membahayakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Oemar mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan bencana.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, memastikan saluran drainase tidak tersumbat serta memperhatikan kondisi pohon-pohon yang rawan tumbang. Hal-hal kecil seperti ini sangat berpengaruh terhadap potensi terjadinya banjir,” tegasnya.

Menurut Oemar, penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sinergi dan kepedulian bersama menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana di wilayah rawan.

“Bencana adalah urusan bersama. Mari kita budayakan gotong royong dalam menjaga lingkungan dan alam. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Tetap semangat, Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan,” pungkasnya. (mel/fas)