Kraksaan, Lensaupdate.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) melakukan asesmen lapangan sekaligus menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah lokasi terdampak bencana, Sabtu (17/1/2026).
Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Probolinggo sejak pertengahan Januari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir memicu berbagai kejadian bencana, mulai dari tanah longsor, Tembok Penahan Tanah (TPT) longsor, angin kencang hingga kebakaran rumah warga.
“Hari ini TRC PB BPBD Kabupaten Probolinggo melaksanakan asesmen sekaligus pendistribusian logistik di beberapa desa yang terdampak. Ini adalah bentuk respons cepat kami untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” ujarnya.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran asesmen adalah Dusun Barat RT 01 RW 01 Desa Krucil Kecamatan Krucil. Di lokasi ini, hujan deras yang terjadi sejak Rabu (14/1/2026) pukul 14.00 WIB menyebabkan TPT milik warga bernama Asan longsor sekitar pukul 17.00 WIB.
“Longsoran tersebut memiliki panjang sekitar 13 meter dengan tinggi mencapai 5 meter. BPBD menyalurkan bantuan berupa satu lembar terpal dan 100 lembar sandbag untuk penanganan sementara,” jelasnya.
Selain itu, longsor juga terjadi di Dusun Tenggir RT 03 RW 02 Desa Plaosan Kecamatan Krucil. Hujan deras menyebabkan TPT sepanjang 18 meter dengan tinggi 6 meter longsor dan turut menyeret pondasi rumah milik Masir sepanjang 5 meter dengan tinggi 2 meter. “Akibat kejadian tersebut, rumah korban tidak dapat ditempati. BPBD memberikan bantuan berupa satu lembar terpal dan 100 lembar sandbag,” lanjutnya.
Di Kecamatan Pakuniran, tepatnya Dusun Krajan RT 01 RW 02 Desa Blimbing, tanah longsor terjadi pada Jum’at (16/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Longsoran TPT dengan tinggi 6 meter dan panjang sekitar 15 meter berdampak pada rumah milik Buana. “Untuk membantu korban, BPBD menyalurkan satu box paket kebersihan, dua lembar terpal dan satu lembar matras,” ungkapnya.
Sementara itu, angin kencang juga menyebabkan rumah roboh di Dusun Krajan I RT 12 RW 01 Desa Nogosaren Kecamatan Gading pada Jum’at (16/1/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Rumah milik Yuyun mengalami kerusakan berat. “Untuk bencana ini, BPBD memberikan bantuan berupa satu box paket kebersihan, dua lembar terpal dan satu lembar matras,” terangnya.
Bencana kebakaran turut terjadi di Dusun Krajan I RT 02 RW 01 Desa Pesisir Kecamatan Gending pada Sabtu (17/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Rumah milik Toami terbakar dan BPBD menyalurkan bantuan darurat berupa satu box paket kebersihan, dua lembar terpal dan satu lembar matras.
Di Kecamatan Leces, hujan disertai angin kencang pada Jum’at (16/1/2026) pukul 16.30 WIB mengakibatkan sejumlah rumah rusak di RT 02, 03 dan 04 RW 05 Dusun Kolla Desa Leces. “Untuk lokasi ini, BPBD mendistribusikan 15 box paket kebersihan, 15 lembar terpal dan 15 lembar matras,” tegasnya.
Bencana serupa juga terjadi di Dusun Krajan 4 RT 09 RW 04 dan Dusun Krajan I RT 01 RW 01 Desa Sumberkedawung Kecamatan Leces. “BPBD menyalurkan bantuan sebanyak sembilan box paket kebersihan, sembilan lembar terpal dan sembilan lembar matras,” ujarnya.
Oemar menegaskan seluruh kegiatan dilakukan dengan mengedepankan kecepatan dan koordinasi lintas sektor. “Kami bergerak bersama pemerintah desa, aparat kecamatan, serta unsur terkait lainnya. Prinsip kami adalah memastikan warga terdampak mendapat penanganan awal secepat mungkin, sambil menunggu langkah penanganan lanjutan,” tambahnya.
Ia juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo.
“Kami menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan longsor dan angin kencang. Jika terjadi tanda-tanda darurat, segera laporkan kepada aparat desa atau BPBD agar bisa segera ditangani,” pungkasnya. (mel/fas)
.jpeg)