Probolinggo, Lensaupdate.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan bagi petugas Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Ekonomi Rumah Tangga Triwulanan I (Seruti) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kualitas data statistik pembangunan, Senin (19/1/2026), di Majapahit Room Bale Hinggil Probolinggo.
Sebanyak 83 petugas lapangan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Pelaksana Tugas Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti.
Pelatihan ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur serta sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Hudan Syarifuddin, Kepala Dinas Kesehatan dr. Hariawan Dwi Tamtomo, Kepala DPMD Munaris, Kepala DKUPP Sugeng Wiyanto dan Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto.
Susenas merupakan salah satu survei strategis BPS yang menghasilkan indikator penting untuk mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan. Data yang dihasilkan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah, baik dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemantauan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), hingga mendukung arah pembangunan jangka panjang nasional menuju RPJPN 2025–2045.
Plt Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti menjelaskan, pelatihan petugas Susenas dan Seruti 2026 dilaksanakan selama empat hari efektif dengan metode hybrid, yakni tiga hari secara daring dan satu hari tatap muka.
“Pelatihan ini dipandu oleh dua Instruktur Nasional Susenas 2026. Materi yang diberikan meliputi standar operasional prosedur, konsep dan definisi survei, pendalaman materi, kuis hingga praktik wawancara langsung,” terangnya.
Pada hari terakhir, para peserta mengikuti simulasi wawancara responden sebagai bagian dari penguatan kemampuan teknis di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang seragam dalam pelaksanaan survei.
Jumlah petugas yang akan bertugas pada Susenas 2026 di Kabupaten Probolinggo terdiri dari 55 Petugas Pencacahan Lapangan (PCL) dan 28 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML). Seluruh PCL merupakan Mitra Statistik BPS yang telah melalui proses seleksi, sementara PML sebagian besar berasal dari pegawai organik BPS.
Target sampel Susenas 2026 di Kabupaten Probolinggo sebanyak 880 rumah tangga yang tersebar di 88 RT atau Satuan Lingkungan Setempat (SLS) pada 24 kecamatan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap petugas yang diterjunkan ke lapangan memiliki profesionalisme, ketelitian dan integritas tinggi sehingga data yang dihasilkan benar-benar valid dan akurat,” tegas Lilik.
Sementara Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menekankan data memiliki peran sentral dalam perumusan kebijakan publik. Perencanaan pembangunan yang tepat hanya dapat dilakukan jika didukung oleh data yang jujur dan dapat dipercaya.
“Semua perencanaan berangkat dari data. Kebijakan yang adil itu lahir dari data yang valid dan akurat,” ujarnya.
Ia berharap hasil Susenas 2026 mampu memberikan gambaran riil kondisi sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Probolinggo sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Petugas survei bukan hanya mencatat angka, tetapi juga menjaga kepercayaan publik. Tetap semangat dan niatkan tugas ini sebagai pengabdian untuk daerah,” pungkasnya. (mel/fas)
