Krejengan, Lensaupdate.com - RSUD Waluyo Jati menyelenggarakan pemaparan laporan kinerja keuangan dan non keuangan triwulan III tahun 2025 serta diskusi strategis mengenai antisipasi isu kunci implementasi kebijakan kesehatan tahun 2026.
Pertemuan yang digelar di Café Ayo Rene Desa Sentong Kecamatan Krejengan pada Sabtu (6/12/2025) ini menjadi forum koordinatif penting bagi manajemen dan Dewan Pengawas (Dewas) dalam menyelaraskan target dan arah pengembangan rumah sakit.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati. Yakni, Ketua Dewas dr. Hariawan Dwi Tamtomo serta anggota Dewas dr. Viera Wardhani dan Kristiani Ruliani. Seluruh unsur manajemen dan direktorat rumah sakit mengikuti sesi pemaparan secara lengkap.
Manajemen RSUD Waluyo Jati memaparkan capaian kinerja keuangan hingga triwulan III 2025 yang mencakup realisasi anggaran, efektivitas penggunaan sumber daya serta pencapaian program prioritas. Pada aspek non-keuangan, evaluasi diarahkan pada peningkatan mutu layanan, keselamatan pasien, pencapaian indikator kinerja utama dan hasil survei kepuasan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.
Dewan Pengawas memberikan arahan evaluatif yang menekankan perlunya konsistensi peningkatan mutu, efisiensi proses bisnis dan pemantapan budaya kerja berbasis kinerja. Catatan strategis tersebut menjadi pedoman bagi manajemen untuk memperkuat tata kelola di akhir tahun.
Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati menyampaikan evaluasi triwulan dan diskusi kebijakan merupakan instrumen penting dalam menjaga arah pengelolaan rumah sakit. Dinamika regulasi kesehatan dan tuntutan pelayanan publik menuntut rumah sakit untuk selalu responsif dan adaptif.
“Pemaparan kinerja ini memberikan gambaran objektif mengenai posisi rumah sakit saat ini. Evaluasi dari Dewan Pengawas menjadi energi korektif bagi kami untuk memperkuat proses perencanaan, meningkatkan efektivitas layanan dan memastikan seluruh program berjalan selaras dengan standar nasional,” katanya.
Ia menambahkan tantangan tahun 2026 membutuhkan kesiapan organisasi yang lebih komprehensif, terutama terkait implementasi regulasi baru dan transformasi digital layanan.
“Kami berkomitmen meningkatkan kecepatan respons, pemanfaatan teknologi kesehatan, penguatan kompetensi SDM serta integrasi tata kelola berbasis mutu. Seluruh langkah tersebut diambil agar RSUD Waluyo Jati tetap menjadi institusi pelayanan publik yang aman, profesional, modern, dan humanis,” imbuhnya.
Forum rapat juga membahas isu-isu strategis terkait kebijakan nasional tahun 2026 yang berpotensi memengaruhi layanan rumah sakit. Topik yang menjadi fokus antara lain penyesuaian terhadap regulasi kesehatan terbaru, kesiapan transformasi digital dan interoperabilitas data, penguatan kompetensi dan distribusi SDM kesehatan, penataan ulang alur pelayanan agar lebih efisien dan penguatan tata kelola dan pengendalian risiko
Dengan evaluasi yang terukur dan perencanaan strategis yang matang, RSUD Waluyo Jati menegaskan posisinya sebagai fasilitas kesehatan rujukan yang terus berkembang dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
