Diskan Kabupaten Probolinggo dan Pemdes Tlogoargo Lakukan Sharing Study Pengelolaan Ekowisata ke Boon Pring Malang


Malang, Lensaupdate.com - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Tlogoargo melaksanakan kegiatan sharing study ke Ekowisata Boon Pring di Desa Sanankerto Kecamatan Turen Kabupaten Malang, Senin (8/12/2025). 

Kegiatan ini diikuti Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Achmad Aruman, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Hari Pur Sulistiono, JF Pengelola Produksi Perikanan Tangkap serta unsur Pemdes Tlogoargo meliputi kepala desa, sekretaris desa, Ketua BUMDes dan Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pengembangan potensi Desa Tlogoargo pasca pelaksanaan The Seven Lakes Festival 2025, terutama dalam memperkuat konsep pengelolaan ekowisata yang berfokus pada pelestarian ikan endemik atau ikan lokal.

Ekowisata Boon Pring menjadi lokasi rujukan karena memiliki karakteristik yang dinilai selaras dengan kondisi Desa Tlogoargo. Keduanya sama-sama mengandalkan kekuatan alam berupa kawasan yang asri, terpencil dari pusat kota dan memiliki potensi perairan yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata konservasi.

Sejak dikelola BUMDes pada tahun 2017, Ekowisata Boon Pring mampu membuktikan bahwa pelestarian sumber daya ikan dapat berjalan selaras dengan peningkatan ekonomi desa. Sumber daya ikan lokal dilestarikan melalui sinergi antara BUMDes dan kelompok pelestari ikan (Pokmaswas). Selain itu, ekowisata ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD).

Saat ini, Boon Pring mengembangkan berbagai wahana dan fasilitas, antara lain ekowisata ikan endemik, kolam renang, pasar rakyat, area UMKM khusus warga Sanankerto, bus wisata, paket outbond, perahu wisata, sepeda air dan sejumlah layanan rekreasi lainnya. Model pengelolaan terpadu tersebut menjadi bahan pembelajaran penting bagi Pemdes Tlogoargo.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Achmad Aruman mengatakan kegiatan sharing study ini merupakan strategi memperkaya perspektif pengelolaan ekowisata berbasis pelestarian ikan lokal. Desa Tlogoargo memiliki potensi yang tidak kalah besar untuk dikembangkan secara mandiri.

“Sharing study ini bertujuan memperkuat wawasan pengelolaan ekowisata perdesaan yang berbasis konservasi ikan lokal. Boon Pring menjadi contoh bahwa desa dapat mandiri mengembangkan wisata yang sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem. Desa Tlogoargo memiliki potensi yang serupa dan dapat mengadaptasi praktik baik ini secara kontekstual,” ujarnya.

Aruman menambahkan pemulihan dan pengembangan potensi pasca penyelenggaraan The Seven Lakes Festival 2025 harus diarahkan pada kegiatan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Pasca The Seven Lakes Festival 2025, desa tidak cukup mengandalkan kegiatan seremonial. Diperlukan aktivitas wisata yang berkelanjutan, terstruktur dan dikelola secara profesional agar ekonomi desa tetap hidup. Kegiatan hari ini menjadi pijakan awal untuk merintis model ekowisata yang sesuai karakter Desa Tlogoargo,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono menyampaikan aspek pelestarian sumber daya ikan harus menjadi pilar utama dalam pengembangan ekowisata perairan.

“Boon Pring memberikan contoh yang jelas tentang bagaimana konservasi ikan lokal dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas wisata. Model seperti ini sangat relevan diterapkan di Desa Tlogoargo, karena karakter perairannya mendukung upaya pelestarian ikan endemik,” ungkapnya.

Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono menambahkan kehadiran Pokmaswas Desa Tlogoargo dalam kegiatan ini sangat strategis karena mereka merupakan garda depan penjaga keberlanjutan sumber daya ikan.

“Peran Pokmaswas sangat penting. Mereka harus memahami bagaimana mekanisme pelestarian, pengawasan dan kolaborasi antara BUMDes, perangkat desa serta masyarakat. Dengan bekal ini, diharapkan Desa Tlogoargo mampu membangun ekowisata yang tertib, aman dan tetap menjaga kualitas lingkungannya,” tambahnya.

Ipung berharap hasil kunjungan ini akan menginspirasi lahirnya program rutin berbasis kemandirian desa, yang mampu menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.

“Harapannya, model pengelolaan seperti Boon Pring dapat menjadi referensi konkret bagi Desa Tlogoargo untuk merancang ekowisata berbasis pelestarian ikan lokal yang terencana, mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya. (put/zid)