Translaut Jatim Resmi Beroperasi, Optimalkan Wisata Gili Ketapang dan Akses Madura


Probolinggo, Lensaupdate.com - Program Transportasi Laut Jawa Timur (Translaut Jatim) resmi mulai beroperasi dan menjadi babak baru konektivitas antarpulau di kawasan Tapal Kuda dan Madura. Soft launching dilaksanakan di Dermaga DABN Kota Probolinggo, Senin (24/11/2025), dengan melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah daerah, hingga unsur pariwisata.


Kehadiran moda transportasi laut ini digadang mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis maritim.

Acara peresmian turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur Nyono, Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, perwakilan Dispopar Kota Probolinggo, asosiasi travel, serta sejumlah mitra wisata. 

Pelayaran perdana berjalan lancar dengan rute Probolinggo – Gili Ketapang – Gili Mandangin – Branta – Gili Genting – Gili Iyang – Kalianget (PP) menggunakan kapal cepat berkapasitas besar.

Program ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang didukung Pemerintah Kabupaten dan Kota Probolinggo serta wilayah Madura yang menjadi titik singgah kapal. Kebijakan tersebut diproyeksikan memperkuat konektivitas antar pulau, memperlancar mobilitas warga serta membuka peluang ekonomi baru berbasis pariwisata dan perdagangan laut.

Kepala Dishub Provinsi Jawa Timur Nyono menyampaikan Translaut Jatim dirancang sebagai program strategis untuk memperkuat konektivitas laut antar daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Keberadaan jalur baru ini sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat serta pengembangan sektor pariwisata.

“Program Translaut Jatim ini akan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat Jawa Timur. Sektor pariwisata juga akan semakin berkembang. Kabupaten Probolinggo memiliki Bromo sebagai ikon pariwisata internasional dan kami akan mencoba memadukan wisata Bromo dengan Translaut ini,” ujarnya.

Nyono menambahkan rute Translaut Jatim dirancang untuk menghubungkan kawasan wisata unggulan, termasuk Gili Ketapang di Kabupaten Probolinggo, Gili Labak dan Gili Iyang di wilayah Madura.

Sementara Kepala Bidang Pelayaran Dishub Provinsi Jawa Timur Luhur Prihadi menjelaskan armada yang digunakan dalam layanan Translaut Jatim merupakan kapal cepat berkecepatan 20 knot. Dengan spesifikasi tersebut, waktu tempuh dari Probolinggo menuju Madura dapat berkurang signifikan.

“Kecepatan kapal mencapai 20 knot, sehingga perjalanan Probolinggo-Madura bisa ditempuh lebih cepat. Ini sangat membantu masyarakat yang akan berkunjung atau mudik ke Madura,” ujarnya.

Ia menambahkan kapal cepat tersebut mampu mengangkut hingga 350 penumpang, sehingga dinilai cukup ideal untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat dan wisatawan dalam skala besar.

Sedangkan Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyambut positif kehadirannya Program Translaut Jatim. Implementasi layanan ini tidak akan mengganggu aktivitas perahu tradisional yang selama ini menjadi mata pencaharian masyarakat pesisir.

“Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan mendukung program ini karena manfaatnya besar bagi masyarakat. Pemprov Jatim dan Pemkab Probolinggo berkomitmen agar kapal cepat Translaut Jatim tidak mengganggu kapal-kapal tradisional yang sudah lebih dahulu beroperasi,” katanya.

Menurut Edy, penjadwalan perjalanan kapal cepat akan disesuaikan dengan jadwal perahu rakyat untuk menghindari tumpang tindih maupun potensi penurunan pendapatan nelayan dan pengelola perahu wisata.

“Kita tidak ingin mematikan perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada perahu tradisional. Penyesuaian jadwal akan menjadi fokus kami agar tidak ada benturan ke depan,” tambahnya.

Edy mengharapkan program Translaut Jatim mampu membuka aksesibilitas baru yang lebih cepat dan efisien, sekaligus membangkitkan potensi wisata Gili Ketapang serta wilayah Probolinggo dan Madura secara keseluruhan. “Untuk pelaksanaan Grand Launching Translaut Jatim ini jadwal resmi masih menunggu penetapan dari Gubernur Jawa Timur,” tegasnya.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan melakukan sosialisasi secara masif di berbagai titik publik seperti lokasi wisata, stasiun, terminal hingga platform media sosial. Sosialisasi ini bertujuan mempercepat penerimaan masyarakat terhadap moda transportasi laut baru tersebut. (mel/fas)