RPHP Bayu Perkasa Kuatkan Perlindungan Tanaman, Petani Kabupaten Probolinggo Didorong Kurangi Pestisida Kimia


Pakuniran, Lensaupdate.com - Upaya memperkuat pertanian berkelanjutan terus dilakukan Regu Pengendali Hama dan Penyakit (RPHP) Bayu Perkasa melalui pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara ramah lingkungan. Berbasis gerakan mandiri sejak tahun 2016, regu ini berkomitmen mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan kimia sintesis melalui perlindungan tanaman terpadu.


Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan rutin RPHP pada Kamis (27/11/2025) bertempat di kediaman anggota RPHP Hari Susanto, petani asal Desa Bucor Kulon Kecamatan Pakuniran. Sebanyak 25 petani dan petugas POPT dari berbagai wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo turut hadir.

Ketua RPHP sekaligus Koordinator POPT Perkebunan Ika Ratmawati menjelaskan kehadiran RPHP lahir dari kepedulian terhadap agroekosistem yang semakin rentan akibat penggunaan pestisida berlebih. Melalui kolaborasi antara petugas POPT Pangan, Hortikultura dan Perkebunan bersama petani penggiat organik dalam wadah PPAH (Pusat Pengembangan Agent Hayati), RPHP berperan meningkatkan efektivitas perlindungan tanaman berbasis agens hayati.

“RPHP bertugas mengidentifikasi, memantau dan menangani permasalahan hama dan penyakit tanaman secara efektif dan ramah lingkungan. Pertemuan rutin dilakukan setiap bulan secara bergilir agar seluruh anggota mendapatkan pembelajaran berkelanjutan,” ujarnya.

Ika menambahkan keberhasilan perlindungan tanaman tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada komitmen anggota dan dukungan lintas pihak. “Kami ingin mewujudkan pertanian berwawasan lingkungan, menjaga kelestarian alam serta memberikan keuntungan ekonomi bagi petani tanpa merusak ekosistem,” tambahnya.

Pada agenda kali ini, peserta mendapatkan pelatihan perbanyakan Agens Pengendali Hayati (APH) jamur entomopatogen Beauveria bassiana menggunakan media Ekstrak Kentang Gula (EKG) dengan metode Fermentor Sangat Sederhana (FSS). 

Proses fermentasi selama 14 hari menghasilkan starter APH yang siap diaplikasikan untuk mencegah serangan ulat, belalang, walang sangit, kutu dan berbagai hama lainnya. Pelatihan dipandu oleh Sri Hidayati, POPT Pangan Hortikultura untuk wilayah Dringu, Leces, Tegalsiwalan dan Gending.

Koordinator POPT Pangan Hortikultura Machmud menegaskan kehadiran RPHP memberi manfaat besar bagi petani, terutama dalam edukasi pengurangan penggunaan pestisida kimia yang tidak tepat sasaran. “Dengan RPHP, kelompok tani dapat lebih efektif mengelola hama dan penyakit, meningkatkan hasil panen dan mengurangi kerugian ekonomi,” jelasnya.

Melalui konsistensi edukasi dan aksi lapangan, RPHP Bayu Perkasa diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam memperkuat perlindungan tanaman sekaligus mendorong transformasi menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo. (ren/zid)