Podcast Bromo FM dan Pertuni Angkat Kisah Inspiratif Penyandang Tunanetra Muda


Kraksaan, Lensaupdate.com - LPPL Radio Bromo FM kembali menghadirkan program siaran yang sarat nilai edukasi dan inklusi sosial melalui podcast kolaboratif bersama Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cabang Kabupaten Probolinggo, Sabtu (22/11/2025). 

Dengan tema “Pertuni Kuat, Mandiri, Menginspirasi”, podcast ini membuka ruang dialog bagi para penyandang tunanetra untuk menyuarakan pengalaman hidup sekaligus meneguhkan semangat kemandirian.

Dua narasumber dari Pertuni dihadirkan dalam podcast tersebut, yaitu Viza Afisyatul Febyana selaku Sekretaris Pertuni Kabupaten Probolinggo serta Ayu Sukma Wati selaku Bendahara Pertuni. Keduanya merupakan generasi muda tunanetra yang aktif mengembangkan diri melalui organisasi dan mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berprestasi.

Febyana mengisahkan awal keterlibatannya di Pertuni yang berawal dari dorongan kakak dan mitra organisasi untuk kembali menempuh pendidikan. Di tengah proses adaptasi sebagai penyandang tunanetra, ia terus berupaya menumbuhkan kepercayaan diri dan membuktikan bahwa aktivitas sehari-hari dapat dijalani dengan baik.

“Kami melakukan aktivitas seperti orang lain, hanya caranya yang berbeda karena lebih banyak menggunakan indera penciuman dan peraba,” tuturnya.

Selain aktif di Pertuni, Febyana juga terlibat dalam OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah), yang menunjukkan besarnya kemauan dirinya untuk tetap berkontribusi dalam lingkungan sekolah.

Sementara itu, Ayu menceritakan perjalanan panjangnya dalam organisasi sejak 2017 melalui komunitas pengajian Nurul Qur’an. Dengan dukungan penuh keluarga, Ayu semakin mantap mengasah potensi dirinya sebagai penyandang disabilitas netra.

“Tanpa percaya diri ibarat motor tanpa bensin. Percaya diri membuat hati saya tenang dan itu membawa perubahan besar dalam hidup saya,” ungkapnya.

Ayu juga aktif mendampingi komunitas perempuan disabilitas dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan pembuatan kue dan kerajinan tangan. Baginya, pendampingan UMKM merupakan cara untuk menguatkan kemandirian sekaligus membuka peluang usaha bagi para perempuan difabel.

Meski memiliki banyak pengalaman positif, keduanya mengakui bahwa aksesibilitas mobilitas serta kesempatan pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi penyandang tunanetra. Mereka berharap hadirnya lebih banyak kampus inklusi yang ramah bagi mahasiswa difabel, terutama dalam hal fasilitas pembelajaran dan pendampingan teknis.

Dalam podcast tersebut, LPPL Bromo FM memberikan ruang penuh bagi kedua narasumber untuk menyampaikan pesan motivatif. Febyana mengajak seluruh penyandang disabilitas untuk tetap bersyukur, berani belajar hal baru, dan tidak merasa rendah diri. Sementara Ayu mendorong masyarakat, termasuk relawan awas, untuk terlibat aktif dalam kegiatan Pertuni sebagai komunitas inklusif yang menyediakan pelatihan serta ruang pengembangan diri.

Podcast ini juga menegaskan komitmen LPPL Bromo FM dalam mendukung kampanye kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas melalui penyiaran publik. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya lingkungan yang ramah difabel serta memperluas dukungan bagi komunitas tunanetra di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)