Lumbang, Lensaupdate.com - Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan menekan laju inflasi, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menggelar Gerakan Tanam Cabai Merah di lahan milik Agus Purwanto, anggota Kelompok Tani (Poktan) Budi Jaya 1 Desa Boto Kecamatan Lumbang, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Lumbang M. Sachri Iskandar, Sekretaris Desa Boto, perwakilan Koramil dan Polsek Lumbang serta Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah beserta tim, PPL Kecamatan Lumbang dan para anggota Poktan Budi Jaya 1.
Sebagai wujud dukungan nyata, Diperta menyalurkan 340 bibit cabai merah dan 270 bibit cabai rawit dalam polibag yang bersumber dari APBD II Tahun Anggaran 2025. Bibit tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung pengendalian inflasi melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah menyampaikan bantuan bibit cabai ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Bantuan ini bukan hanya untuk menanam, tetapi juga untuk memperkuat kapasitas petani agar lebih mandiri dan sejahtera. Ini bagian dari upaya mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Faiq menambahkan, Kecamatan Lumbang memiliki penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang kooperatif dan mampu bersinergi dengan petani, pemerintah desa serta kecamatan, sehingga menjadi faktor pendukung keberhasilan pembangunan pertanian di wilayah Kecamatan Lumbang.
Sementara Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kota/Kabupaten Probolinggo Mahmud mengingatkan pentingnya pengendalian hama dan penyakit tanaman cabai di musim hujan.
“Hama yang umum menyerang cabai saat musim hujan antara lain kutu daun, trips, lalat buah dan layu bakteri. Pencegahan dapat dilakukan dengan penggunaan mulsa plastik, drainase baik, pupuk organik matang, pengapuran tanah, penyemprotan preventif fungisida serta pembersihan gulma dan tanaman sakit secara rutin,” ungkapnya.
Sedangkan JF Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda Diperta Kabupaten Probolinggo Okta Purwo Ina Rany menekankan pentingnya pemilihan benih unggul. “Petani perlu mengenal karakteristik benih cabai sejak awal. Pemilihan benih yang sehat dan sesuai kondisi lahan sangat menentukan produktivitas, ketahanan terhadap penyakit dan kualitas hasil panen,” katanya.
Desa Boto sendiri memiliki luas baku sawah (LBS) sekitar 65 hektare dengan 133 kelompok tani. Sebagian besar beranggotakan petani milenial yang menjadi motor penggerak pertanian modern di wilayah Kecamatan Lumbang. (put/zid)
