Pemkab Probolinggo Perkuat Sinergi TPID untuk Stabilitas Harga dan Ketahanan Ekonomi Daerah


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui koordinasi lintas sektor. Upaya ini diwujudkan dengan pelaksanaan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bertema “Sinergi Peta Jalan TPID Jatim & TPID Kabupaten Probolinggo Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Yang Lebih SAE” di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (27/11/2025).

Kegiatan yang difasilitasi Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo tersebut diikuti OPD terkait komoditas dan inflasi. Hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi serta narasumber Ketua Tim Kerja Analisis Ekonomi Makro Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur Dedi Haryono.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menekankan pentingnya kekompakan seluruh Perangkat Daerah dalam menghadapi dinamika pembangunan dan tuntutan masyarakat yang semakin meningkat. Penurunan transfer keuangan pusat, terutama bagi sektor infrastruktur dan pariwisata menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi dengan strategi dan kolaborasi.

“Anggaran tahun ini memang tidak sebesar sebelumnya sehingga ada skala prioritas yang harus kita susun. Namun semangat kerja tidak boleh turun. Ketika kita bersinergi, sekecil apa pun kebaikan dan kerja keras itu tidak akan hilang,” katanya.

Sekda Ugas juga mengapresiasi berbagai penghargaan tingkat nasional yang berhasil diraih Kabupaten Probolinggo dalam beberapa pekan terakhir. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa tata kelola pemerintahan tetap berjalan baik di tengah keterbatasan fiskal.

“Prestasi nasional yang kita peroleh adalah bukti komitmen ASN dan Perangkat Daerah. Meski tuntutan publik besar, kinerja kita tetap berproses dan membuahkan hasil,” jelasnya.

Selain itu, Sekda Ugas menyoroti perlunya antisipasi potensi gejolak harga bahan pokok menjelang tahun baru. TPID diminta untuk memperkuat pemantauan distribusi dan ketersediaan komoditas agar tidak terjadi spekulasi harga di pasar. “Distribusi adalah tantangan terbesar. Harga naik harus kita kendalikan, tetapi kesejahteraan pelaku usaha juga harus dijaga. Kuncinya keseimbangan,” terangnya.

Lebih jauh Sekda Ugas menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan, penyuluhan, peningkatan produktivitas masyarakat dan efisiensi pembagian tugas antar instansi. “Kalau semua berbagi peran dan waktu, beban pekerjaan akan terasa lebih ringan. Yang penting tetap semangat dan jangan lupa bahagia,” pesannya.

Sementara Ketua Tim Kerja Analisis Ekonomi Makro Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur Dedi Haryono menyampaikan inflasi tidak bisa dikendalikan hanya oleh satu sektor, tetapi melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. 

“Kami menilai Kabupaten Probolinggo memiliki peran strategis karena kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur cukup besar melalui sektor industri, perdagangan dan pertanian. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur adalah gabungan kekuatan dari 38 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Probolinggo. Posisi ini sangat strategis,” ungkapnya.

Terkait komoditas pangan, Dedi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kepentingan petani dan konsumen. Kabupaten Probolinggo sebagai produsen bawang merah terbesar kedua secara nasional sehingga stabilitas harga dan distribusi harus menjadi perhatian utama menjelang hari besar keagamaan.

“Inflasi yang rendah tidak cukup. Yang kita jaga adalah kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi, stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi akan berjalan seiring,” pungkasnya. (nab/zid)