Pemkab Probolinggo Perkuat Pengembangan Wisata Alam Lewat Sosialisasi Kajian Forest Nature


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) terus memperkuat arah pembangunan sektor pariwisata alam berkelanjutan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Kajian Forest Nature Kabupaten Probolinggo yang digelar di ruang pertemuan Jabung 1 Kantor Bupati Probolinggo, Senin (24/11/2025). Penyusunan kajian ini melibatkan kerja sama teknis dengan EJEF (East Java Ecotourism Forum).


Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, dan dihadiri berbagai unsur strategis mulai dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), Perhutani KPH Probolinggo, Bapelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta jajaran Disporapar.

Peserta kegiatan berasal dari wilayah-wilayah yang selama ini dikenal memiliki potensi wisata hutan dan pegunungan, di antaranya Camat Krucil, Camat Tiris, Kepala Desa serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari Desa Segaran, Andungbiru, Ranu Agung dan Kalianan.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Kabupaten Probolinggo Umi Subiyantiningsih menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah awal penyusunan grand design forest nature sebagai basis perencanaan pengembangan wisata berbasis kesehatan dan konservasi.

Menurut Umi, kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kawasan hutan yang potensial untuk aktivitas forest bathing, wellness tourism dan konservasi serta merancang program wisata alam yang sesuai karakter lokal dan berorientasi pada kesehatan.

“Selain itu, merumuskan strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar serta menyusun tata kelola dan kerangka kebijakan pendukung pengembangan wisata alam berkelanjutan,” jelasnya.

Umi menegaskan konsep forest nature merupakan pengembangan lanjutan dari forest healing dan forest bathing yang semakin relevan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang pemulihan fisik dan psikologis.

“Forest nature tidak hanya menawarkan kesegaran fisik, tetapi juga ketenangan psikologis, penguatan imunitas serta peluang ekonomi berbasis ekowisata. Pengembangannya memerlukan perencanaan holistik, berbasis data dan melibatkan multipihak. Karena itu dibutuhkan sebuah grand design yang menjadi acuan arah kebijakan ke depan,” terangnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi mengatakan sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk mendukung program prioritas Bupati Probolinggo SAE Wisata.

“Kabupaten Probolinggo memiliki kekayaan alam berupa hutan, pegunungan, sungai dan danau yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai ruang wisata pemulihan alami,” katanya.

Sjaiful menerangkan Kabupaten Probolinggo dianugerahi kekayaan bentang alam luar biasa. Selain keindahan visual, kawasan ini memiliki potensi besar sebagai ruang pemulihan alami, terutama di tengah kebutuhan masyarakat menghadapi tekanan hidup modern.

“Gagasan nature forest sebagai destinasi berbasis forest healing dan forest bathing menjadi salah satu jawaban terhadap tren wisata masa kini yang tidak hanya menekankan rekreasi, tetapi juga kesehatan mental dan keseimbangan ekologis,” terangnya.

Lebih lanjut Sjaiful menerangkan grand design forest nature akan memuat identifikasi kawasan prioritas, perancangan program healing berbasis sains, strategi pemberdayaan masyarakat serta komitmen konservasi agar pengembangan wisata tetap menjaga kualitas ekosistem.

“Melalui sosialisasi ini diharapkan terbangun sinergi dan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, akademisi dan praktisi untuk mewujudkan Kabupaten Probolinggo sebagai rujukan wisata forest healing yang berkelanjutan,” tambahnya. (ren/zid)