Kraksaan, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Langkah ini diwujudkan dengan menggelar Sosialisasi TKDN bagi pelaku usaha di ruang pertemuan Jabung 2 Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (27/11/2025).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) berkolaborasi dengan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo ini diikuti 45 peserta pelaku usaha yang telah menayangkan produknya dalam Katalog Elektronik versi 6. Sosialisasi turut menghadirkan narasumber dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, DPMPTSP Kabupaten Probolinggo serta pelaku usaha yang telah sukses memperoleh sertifikat TKDN melalui sistem Siinas Kementerian Perindustrian.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo Moh. Abdi Utoyo membuka kegiatan secara resmi. Ia didampingi perwakilan DKUPP Kabupaten Probolinggo serta perwakilan CV. Sahabat Sejati Selamanya dari Sidoarjo.
Dalam pemaparannya, narasumber Pejabat Fungsional Pranata Komputer Ahli Muda Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo Suhadak menegaskan produk yang telah menayangkan nilai TKDN dalam Katalog Elektronik akan menjadi prioritas untuk ditransaksikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai ketentuan percepatan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
“Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat peran pelaku usaha daerah, menaikkan daya saing industri lokal serta mengurangi ketergantungan terhadap barang impor dalam pengadaan pemerintah,” ujarnya.
Sementara Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo Moh. Abdi Utoyo menyampaikan TKDN merupakan langkah strategis dalam pemulihan ekonomi serta percepatan pertumbuhan sektor UMKM dan industri lokal.
“Program Tingkat Komponen Dalam Negeri merupakan upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan produk impor. P3DN harus terus didorong dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” katanya.
Lebih lanjut Abdi menjelaskan kegiatan sosialisasi digelar untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan pemangku kepentingan dalam mendukung kebijakan TKDN.
“Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan kebijakan pemerintah mengenai P3DN, meningkatkan komitmen instansi serta pelaku usaha terhadap penggunaan produk dalam negeri, mengidentifikasi kendala dan solusi penerapan P3DN di daerah serta mendorong keterlibatan industri lokal dalam pemenuhan kebutuhan pengadaan barang dan jasa,” jelasnya.
Menurut Abdi, melalui sosialisasi ini Pemkab Probolinggo menargetkan terpenuhinya capaian nilai TKDN pada pengadaan barang/jasa, terbangunnya koordinasi efektif antarinstansi dalam pelaksanaan P3DN, tersusunnya strategi tindak lanjut untuk peningkatan penggunaan produk lokal. “Selain itu berbagi pengalaman penerbitan sertifikat TKDN,” tegasnya
Dalam sesi berbagi pengalaman, perwakilan vendor CV. Sahabat Sejati Selamanya memaparkan langkah-langkah yang harus ditempuh pelaku usaha untuk memperoleh sertifikat TKDN melalui sistem Siinas Kementerian Perindustrian. Pembahasan mencakup proses administrasi, pengecekan bahan baku hingga manfaat sertifikasi TKDN dalam peningkatan peluang transaksi.
Pelaku usaha yang hadir menyambut positif kegiatan ini karena dinilai memberikan pengetahuan praktis dan meningkatkan pemahaman terhadap peluang pasar pemerintah melalui katalog elektronik. (nab/zid)
