Diskan Kabupaten Probolinggo Gelar Bimtek Alat Tangkap Ramah Lingkungan, 50 Nelayan Dibekali Teknologi Perikanan Modern


Paiton, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Perikanan (Diskan) bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmen menuju perikanan berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perakitan Alat Tangkap Ramah Lingkungan yang digelar di Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai Paiton, Rabu (26/11/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan 50 nelayan asal Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton sebagai peserta.


Bimtek digelar sebagai strategi untuk meningkatkan kesadaran nelayan terhadap pelestarian ekosistem laut sekaligus membekali mereka dengan keterampilan teknis dalam pengoperasian alat tangkap modern yang tidak merusak habitat perairan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Sri Marlina (Staf Seksi Kenelayanan DKP Jawa Timur), Kepala Seksi Pelayanan Teknis Pelabuhan UPT PPP Mayangan Nonot Widjajanto, Komandan Pos TNI AL Paiton Komandan Abson, Koordinator Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai Paiton M. Su‘udi serta Kepala UPT Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paiton Bahrul Ulum Al Alam.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Achmad Aruman menyampaikan bahwa bimtek ini bertujuan memperluas wawasan nelayan mengenai pentingnya penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.

“Penggunaan alat tangkap yang tepat bukan hanya mendukung produktivitas penangkapan ikan, tetapi juga menjaga kelestarian sumber daya kelautan agar tetap berkelanjutan dari generasi ke generasi,” katanya.

Program bimtek menghasilkan empat poin capaian utama diantaranya nelayan semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian sumber daya kelautan serta mampu merakit dan memperbaiki alat penangkapan ikan ramah lingkungan.

“Selain itu, nelayan tetap menjadi ujung tombak perikanan tangkap berkelanjutan dan nelayan berkomitmen meninggalkan penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan,” jelasnya.

Narasumber Sri Marlina menjelaskan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan tidak hanya menekan kerusakan habitat laut, tetapi juga mengurangi potensi konflik antar-nelayan. “Ketika aturan jalur penangkapan dipatuhi dan alat yang dipakai sesuai ketentuan, gesekan antar wilayah penangkapan bisa diminimalisir,” ujarnya.

Kepala Seksi Pelayanan Teknis Pelabuhan UPT PPP Mayangan Nonot Widjajanto menerangkan pelabuhan perikanan merupakan sarana untuk berlabuhnya kapal-kapal perikanan. “Diharapkan masyarakat sekitar Pelabuhan Perikanan Paiton dapat bekerja sama dengan instansi terkait dalam melindungi dan melestarikan sumberdaya kelautan,” tuturnya.

Sementara Komandan Pos TNI AL Paiton Komandan Abson menegaskan komitmen aparat dalam menjaga keamanan laut. “Setiap pelanggaran di laut, terutama penggunaan alat tangkap ilegal dan tidak ramah lingkungan, akan ditindak tegas. Ini demi melindungi keberlanjutan sektor perikanan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai Paiton M. Su‘udi yang menekankan pentingnya kekompakan antarnelayan. “Pelestarian laut bukan hanya tugas pemerintah. Peran nelayan sangat menentukan dalam setiap kebijakan dan tindakan menjaga ekosistem laut,” ucapnya.

Sedangkan Kepala UPT Tempat Pelelangan Ikan Paiton Bahrul Ulum Al Alam menambahkan perubahan perilaku menangkap ikan merupakan bentuk kontribusi masyarakat terhadap keberlanjutan.

“Dengan memahami dan menerapkan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, masyarakat nelayan turut membangun sektor perikanan tangkap yang sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.

Diskan menegaskan program serupa akan terus digencarkan di berbagai wilayah pesisir. Tujuannya untuk memastikan seluruh nelayan Kabupaten Probolinggo semakin siap menghadapi tantangan industri perikanan modern dengan tetap menjaga keberlangsungan alam laut. (ren/zid)