Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo kembali memperkuat agenda transformasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui kegiatan sosialisasi advokasi transisi PAUD yang menyenangkan, Rabu (19/11/2025) di ruang pertemuan TK Negeri Pembina II Kraksaan.
Kegiatan ini diikuti 150 peserta perwakilan dari 24 kecamatan. Peserta terdiri dari Ketua IGTKI, Ketua Himpaudi, Ketua PKG, lembaga PAUD formal serta lembaga PAUD nonformal. Mereka mengikuti sesi pendalaman materi yang dipandu Pengawas TK Kecamatan Dringu Suwalis dan Pengawas TK Kecamatan Kraksaan Sri Ayu.
Sosialisasi dibuka oleh Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono didampingi Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Amik Mutammimah serta Kasi Sarpras dan Pembina Kelembagaan A. Budi Hermanto.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan pendidikan PAUD memegang peran strategis dalam pembentukan karakter anak sejak dini. “Pemahaman ini berkaitan langsung dengan pencapaian wajib belajar 13 tahun yang menjadi kebijakan nasional hingga daerah,” katanya.
Hary menyatakan stimulasi pendidikan di PAUD idealnya tidak hanya berorientasi pada kesiapan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter positif dan motivasi belajar yang berkelanjutan. “Kami menilai guru PAUD memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pembelajaran pada tahap awal perkembangan anak,” jelasnya.
Sementara Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Amik Mutammimah menyampaikan kegiatan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari program ‘PAUD yang Menyenangkan’ yang telah digulirkan pada Agustus 2025. “Jika tahap sebelumnya berfokus pada materi dasar dan kerangka pembelajaran, kegiatan kali ini diarahkan pada pendalaman teknis penyusunan rapor PAUD,” ujarnya.
Amik menerangkan lembaga PAUD segera memasuki periode pengisian rapor peserta didik sehingga pemahaman guru mengenai teknis penulisan harus diperkuat. “Mulai bulan depan, lembaga-lembaga sudah mulai mengisi rapor hasil pembelajaran. Karena itu, hari ini kami fokus menyampaikan kembali praktik penulisan dan pengisian rapor yang berkaitan dengan pembelajaran mendalam,” terangnya.
Ia menjelaskan penyusunan rapor PAUD berpedoman pada ‘8 Dimensi Profil Lulusan’, yang menjadi standar kompetensi dasar untuk seluruh jenjang pendidikan. “Delapan dimensi tersebut mencakup keimanan dan ketakwaan, kewarganegaraan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan dan komunikasi,” tegasnya.
Menurut Amik, dimensi tersebut tidak hanya menjadi daftar kompetensi, tetapi merupakan arah pembentukan karakter anak sejak dini. “Delapan dimensi ini bukan hanya daftar kompetensi, tetapi arah pembentukan karakter dan kemampuan anak sejak dini. Karena itu penguatan pemahaman guru dalam menulis rapor menjadi sangat penting,” lanjutnya.
Amik menegaskan tiga prinsip utama dalam pembelajaran mendalam (deep learning) yaitu berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Ketiga prinsip tersebut dirancang agar proses pembelajaran memberi pengalaman yang utuh, relevan dan berdampak jangka panjang bagi perkembangan anak.
“Pembelajaran mendalam berlangsung melalui tiga tahapan proses, yaitu memahami (anak mengenali konsep dasar), mengaplikasi (anak menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata) serta merefleksi (anak mengevaluasi pengalaman belajarnya),” jelasnya.
Tahapan tersebut menjadi pedoman dalam menilai perkembangan peserta didik secara autentik, bukan sekadar aktivitas permukaan. “Pembelajaran menyenangkan hanya bagian kecil dari keseluruhan proses. Jika pembelajaran mendalam diterapkan, maka guru melihat perkembangan anak secara menyeluruh, bukan sekadar aktivitas yang menyenangkan di kelas,” ungkapnya.
Amik berharap kegiatan lanjutan ini mampu meningkatkan kapasitas pendidik PAUD, khususnya dalam penyusunan rapor yang tidak hanya bersifat administratif. Rapor harus menggambarkan perkembangan anak secara komprehensif dan autentik sesuai prinsip pembelajaran mendalam.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi transisi PAUD yang menyenangkan agar lembaga PAUD mampu menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas dan konsisten dengan arah kebijakan pendidikan nasional,” pungkasnya. (nab/zid)
