Bantaran, Lensaupdate.com - Upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Probolinggo terus digencarkan. Sebanyak 603 ekor ternak di Kecamatan Bantaran mendapat vaksinasi PMK dari Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo, Kamis (2/10/2025).
Program vaksinasi ini menyasar lima desa, yaitu Besuk, Gunung Tugel, Kedungrejo, Tempuran dan Kramatagung. Dari total hewan yang divaksin, tercatat 391 ekor sapi, 62 ekor kambing dan 150 ekor domba.
Kegiatan vaksinasi juga dihadiri oleh Camat Bantaran Junaedi bersama jajaran Forkopimka Bantaran. Kehadiran mereka menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dengan sektor peternakan untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto menegaskan vaksinasi adalah langkah penting dalam mencegah meluasnya PMK.
“Kami ingin memastikan seluruh ternak rentan di Kabupaten Probolinggo mendapatkan perlindungan maksimal melalui vaksinasi. Ini bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan motto ‘Ternak Sehat, Peternak Sejahtera’,” ujarnya.
Selain vaksinasi, tim Diperta juga memberikan pengobatan terhadap satu ekor ternak yang sakit serta melaksanakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di lima titik desa.
“KIE penting untuk memberikan pemahaman lebih baik kepada peternak mengenai gejala, cara penularan hingga upaya pencegahan PMK,” imbuhnya.
Niko menegaskan, program vaksinasi PMK tidak berhenti di Kecamatan Bantaran saja. “Kami sudah menjadwalkan vaksinasi lanjutan di kecamatan lain. Target kami adalah seluruh populasi ternak rentan PMK di Kabupaten Probolinggo bisa divaksin,” jelasnya.
Menurutnya, PMK merupakan penyakit menular pada hewan berkuku belah seperti sapi, kambing dan domba. Wabah ini bisa menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi peternak karena menurunnya produktivitas hingga kematian hewan.
“Harapannya, percepatan vaksinasi ini bisa menekan kasus PMK di lapangan sekaligus meningkatkan kesadaran peternak tentang pentingnya menjaga kesehatan ternak,” pungkasnya. (mel/fas)
