Kisah Haru ODGJ Dipulangkan ke Lamongan


Kraksaan, Lensaupdate.com - Sebuah kisah penuh haru datang dari Kabupaten Probolinggo. Seorang pria bernama Moh. Ubaidillah, warga Dusun Latukan Selatan Desa Latukan Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya setelah beberapa hari terlunta di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Ubaidillah, yang masuk dalam kategori Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sempat membuat geger warga Kecamatan Kraksaan karena nekat meminum bahan bakar pertalite di sebuah warung akibat tekanan mental yang berat. Warga pun segera menolongnya dan membawa ke Puskesmas Kraksaan sebelum dirujuk ke RSUD Waluyo Jati.

Setelah mendapat perawatan intensif selama empat hari, Ubaidillah akhirnya difasilitasi pemulangannya oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo ke Dinsos Kabupaten Lamongan, Kamis (2/10/2025).

Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menegaskan langkah pemulangan ini bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari strategi rehabilitasi sosial berbasis keluarga.

“Kami ingin memastikan klien ODGJ seperti saudara Ubaidillah bisa mendapatkan dukungan emosional dan perawatan dari keluarga. Dukungan dari lingkungan terdekat akan jauh lebih efektif dalam proses pemulihan mentalnya,” ujarnya.

Rachmad berharap keluarga bisa lebih aktif dalam mendampingi pemulihan mental Ubaidillah sehingga kualitas hidupnya meningkat. "Bukan tidak mungkin ia dapat kembali berfungsi di tengah masyarakat," terangnya.

Sementara Plt Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Samsul Hadi menuturkan proses pemulangan melibatkan koordinasi lintas pihak, mulai dari rumah sakit, tenaga kesehatan hingga keluarga.

“Kami telah memastikan kesiapan pihak keluarga dan Dinsos Kabupaten Lamongan. Pemulangan dilakukan dengan kendaraan khusus, didampingi tenaga sosial dan pendamping medis,” ujarnya.

Samsul menambahkan koordinasi administratif juga dijaga agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Tujuan kami bukan sekadar memulangkan, tetapi memastikan pemulihan bisa berjalan lebih optimal di tempat asalnya,” pungkasnya. (mel/fas)