Leces, Lensaupdate.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo menggelar Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi dengan metode membaca nyaring, Rabu (17/9/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Leces dan Dringu dengan melibatkan 100 kader Fatayat NU dari 11 kecamatan se-wilayah kerja PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diisi dengan praktik metode membaca nyaring, diskusi interaktif serta berbagi strategi menumbuhkan minat baca di lingkungan keluarga dan komunitas.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Sofia menyampaikan literasi bukan hanya sekadar meningkatkan minat baca, melainkan juga membangun masyarakat yang kritis, cerdas dan berdaya saing.
“Kegiatan ini menunjukkan bagaimana literasi dapat ditumbuhkan sejak dini, tidak hanya dengan membaca, tetapi juga dengan metode yang interaktif dan menyenangkan seperti membaca nyaring. Dengan cara ini, keluarga bisa lebih dekat, anak-anak terlatih berimajinasi, sekaligus tumbuh kecintaannya terhadap buku,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur menyambut baik kegiatan sosialisasi budaya baca dan literasi yang melibatkan kader Fatayat NU. Kegiatan semacam ini sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya literasi di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
“Sosialisasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan ikhtiar nyata untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya literasi sebagai bekal utama menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Menurut Ghafur, literasi tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi telah berkembang menjadi keterampilan yang lebih luas, termasuk literasi digital dan literasi informasi. Karena itu, pembekalan kepada kader Fatayat NU ini diharapkan mampu mencetak duta literasi yang mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kader Fatayat NU memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi agen perubahan sosial, tapi juga harus mampu menjadi contoh nyata budaya baca yang positif di lingkungannya,” tambahnya.
Ghafur menekankan pentingnya penguatan keterampilan literasi yang beragam. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pengembangan literasi baca tulis, literasi digital hingga literasi informasi agar kader Fatayat NU benar-benar siap menghadapi era yang serba cepat dan digital ini,” jelasnya.
Lebih lanjut Ghafur berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan generasi yang berwawasan luas dan mampu menebarkan manfaat ilmu pengetahuan.
“Harapan kami, kader-kader Fatayat NU yang telah dibekali literasi ini mampu menjadi pelita di tengah masyarakat, membawa semangat keilmuan dan menjadikan literasi sebagai jalan pengabdian bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. (mel/fas)
