Dinkes Kabupaten Probolinggo Gelar Skrining TBC di Unhasa Genggong


Pajarakan, Lensaupdate.com - Upaya pencegahan penyakit menular kembali digalakkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo. Kali ini Dinkes melakukan skrining Tuberkulosis (TBC) bekerja sama dengan Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (Unhasa) Genggong, Kamis (25/9/2025).

Berlokasi di Aula Gedung F lantai 3, kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika Unhasa, termasuk mahasiswa, dosen dan staf pengajar. Agenda ini menjadi bagian dari program deteksi dini TBC, sekaligus upaya edukasi bagi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan.

Wakil Supervisor Bidang Pencegahan dan Pengendalian TBC Dinkes Kabupaten Probolinggo Sulistiani Trisnoharini, hadir langsung dalam kegiatan ini bersama tim Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Dalam penyampaian materinya, Sulistiani Trisnoharini menekankan urgensi deteksi dini TBC, terutama di lingkungan kampus yang padat dan memiliki mobilitas tinggi. “Penting untuk memahami bahwa TBC bukan hanya masalah kesehatan individu, tapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Skrining ini bukan sekadar formalitas, tetapi upaya nyata memutus rantai penularan,” ungkapnya.

Sulistiani Trisnoharini yang akrab disapa Yeni ini juga mengingatkan para mahasiswa tentang gaya hidup sehat sebagai bagian dari pencegahan. Mahasiswa kesehatan seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat, termasuk dalam menjauhi kebiasaan merokok yang berisiko memperburuk kondisi paru-paru.

“TBC itu menular melalui udara, jadi sangat cepat penyebarannya. Kalau ada keluarga atau teman yang batuk berkepanjangan, segera arahkan ke puskesmas. Pengobatan TBC sekarang gratis dan tersedia di fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini diharapkan bisa menciptakan efek berantai dalam pencegahan penyakit menular. Mahasiswa, sebagai generasi muda dan calon tenaga medis, diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang turut menyebarluaskan informasi dan edukasi terkait bahaya TBC.

“Dengan kegiatan skrining seperti ini, kami menargetkan penurunan angka kematian akibat TBC serta penguatan sistem surveilans berbasis masyarakat kampus,” pungkasnya. (nab/zid)