Krucil, Lensaupdate.com - Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo mendampingi Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur melakukan pengambilan sampel darah sapi perah di Kecamatan Krucil guna mendeteksi virus Bovine Viral Diarrhea (BVD), Selasa (16/9/2025). Upaya ini sebagai langkah antisipasi dini terhadap penyakit menular yang berpotensi merugikan peternak sapi perah.
Tim dari BKHIT Jatim dipimpin oleh drh. Mia Zakia bersama tiga tenaga teknis mengambil 35 sampel darah sapi betina. Sementara dari Diperta turut hadir Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) drh. Nikolas Nuryulianto didampingi Medik Veteriner Muda dan drh. Arrafi, dokter penyelia Kecamatan Krucil serta dokter gigi dari KUD Argopuro.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan virus BVD merupakan virus RNA dari famili Flaviviridae yang sangat menular dan menyebabkan gangguan reproduksi serius pada sapi perah seperti kegagalan kebuntingan, aborsi hingga kelahiran anak sapi yang terus-menerus terinfeksi (persistently infected/PI).
“Sapi yang terus menerus terinfeksi virus BVD menjadi sumber penularan virus seumur hidup, sehingga BVD berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi peternakan lokal,” katanya.
Menurut Niko, pentingnya deteksi dini terhadap virus BVD pada sapi perah. “Pengambilan sampel darah sapi perah di Kecamatan Krucil ini merupakan upaya proaktif kami untuk mengidentifikasi dan mencegah penyebaran virus BVD sejak awal. Kami berharap dengan deteksi awal ini, langkah pengobatan dan pencegahan dapat segera dilakukan sehingga peternak tidak mengalami kerugian besar,” jelasnya.
Niko mengharapkan agar kerja sama antara Diperta Kabupaten Probolinggo dengan BKHIT Provinsi Jawa Timur dapat terus berlanjut. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Provinsi Jawa Timur yang memprioritaskan Kabupaten Probolinggo dalam pengambilan sampel penyakit ternak. Ke depan, kami berharap kerja sama ini semakin erat demi peningkatan kesehatan ternak dan kesejahteraan peternak di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Lebih lanjut Niko menegaskan Diperta Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular, terutama yang berdampak pada sektor peternakan sapi perah. Melalui pengawasan ketat dan kerja sama lintas instansi, diharapkan kerugian ekonomi akibat penyakit seperti BVD dapat diminimalkan.
“Dengan pengambilan sampel BVD ini, diharapkan status kesehatan sapi perah di Kecamatan Krucil dapat diketahui secara akurat dan strategi pengendalian penyakit bisa diterapkan lebih efektif. Hal ini penting untuk menjaga kelangsungan usaha peternakan sapi perah yang menjadi salah satu sektor penggerak perekonomian Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (ren/zid)
