Kraksaan, Lensaupdate.com - Upaya pelestarian budaya lokal kembali digaungkan oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris. Kali ini, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ini menggagas rencana penetapan desain kostum adat khas Kabupaten Probolinggo yang diharapkan dapat menjadi identitas budaya baru bagi masyarakat.
Hal ini dibahas dalam pertemuannya bersama Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPRI) pada Selasa (9/9/2025) di ruang kerja Kantor Bupati Probolinggo. HARPRI merupakan organisasi profesional di bidang tata rias pengantin yang kerap terlibat dalam ajang berskala nasional seperti Jember Fashion Carnaval (JFC).
Dalam pertemuan tersebut, HARPRI mengusulkan perlunya Kabupaten Probolinggo memiliki kostum adat yang unik dan berkarakter kuat. Kostum tersebut nantinya tidak hanya mewakili budaya lokal, tetapi juga dapat ditampilkan dalam berbagai ajang budaya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita butuh kajian dengan desain khusus yang mewah dan elegan, namun tetap mempunyai sisi modern, supaya yang memakai mempunyai rasa bangga dan percaya diri saat mengenakan pakaian ini,” kata Bupati Haris.
Menurut Bupati Haris, pembuatan kostum adat tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan keterlibatan para ahli, baik dari sisi estetika, filosofi budaya hingga nilai-nilai historis yang melekat pada masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Hal ini penting agar kostum tersebut tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna mendalam,” lanjutnya.
Sebagai bentuk komitmen memperkenalkan pakaian adat ini, Pemkab Probolinggo berencana menggelar fashion show di ata danau dalam sebuah acara budaya berskala besar bertajuk The Seven Lake Festival. Dalam festival tersebut, kostum adat khas Kabupaten Probolinggo akan diperkenalkan secara resmi.
“Prinsip kita harus mempunyai kostum khas Kabupaten Probolinggo agar dapat diperkenalkan ke masyarakat dan akan terus dikembangkan untuk bisa diperkenalkan ke dunia internasional," tegasnya.
Rencana ini disambut antusias oleh para anggota HARPRI. Mereka menilai inisiatif dari Bupati Haris ini merupakan langkah maju dalam memperkuat identitas budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi. (nab/zid)
