Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengikuti verifikasi lanjutan tingkat pusat dalam rangka penilaian Kabupaten/Kota Sehat tingkat nasional tahun 2025 yang dilaksanakan secara virtual dari ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (12/8/2025).
Kegiatan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Hariawan Dwi Tamtomo dan Ketua Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) dr. Syahrudi serta dihadiri oleh sejumlah OPD terkait baik secara langsung maupun daring.
Beberapa OPD yang mengikuti secara daring antara lain Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Tenaga Kerja, DKUPP, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta BPBD Kabupaten Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Ugas menyampaikan paparan di hadapan tim verifikasi pusat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI serta Tim Pembina Provinsi Jawa Timur mengenai kesiapan Kabupaten Probolinggo menuju predikat Kabupaten/Kota Sehat tahun 2025.
Sekda Ugas menjelaskan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki luas wilayah sekitar 169.616,65 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 1.193.200 jiwa, terdiri dari 24 kecamatan, 325 desa dan 5 kelurahan.
Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) sendiri aktif melakukan penguatan kelembagaan melalui pembinaan rutin, rapat koordinasi internal maupun dengan forum kecamatan FKKS serta kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat.
Berbagai program inovatif telah dilakukan untuk mendukung tatanan Kabupaten/Kota Sehat. Dalam bidang kesehatan mandiri, inovasi seperti Si SUSI Ceting (Sesi Konsultasi Cegah Stunting) mampu menurunkan angka stunting dari 35,4 persen pada tahun 2023 menjadi 26,3 persen pada tahun 2024 berdasarkan data SSGI. Inovasi lain yaitu Jemari Berhias Plus berhasil menurunkan angka kematian ibu dari 23 kasus pada tahun 2023 menjadi 18 kasus pada tahun 2024.
Dalam upaya eliminasi penyakit menular terdapat inovasi Gerakan Ojek Jemput dan Kawal TBC (GOJEK TBC) yang dilaksanakan oleh Puskesmas Pajarakan dan berhasil meningkatkan angka penemuan TBC dari 92,1 persen menjadi 95,5 persen. Selain itu, inovasi Gema Tjantik (Gerakan Bersama Tebas Jentik) juga mendorong seluruh puskesmas di Kabupaten Probolinggo melakukan surveilans vektor secara rutin.
Di bidang sanitasi lingkungan, kegiatan pembangunan jamban sehat terus dilakukan di berbagai kecamatan seperti Pakuniran, Kotaanyar, Leces, Tongas, Gending dan Dringu, termasuk melalui kerja sama dengan Baznas Kabupaten Probolinggo.
Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga menjadi perhatian serius dengan dioperasikannya lima TPS 3R aktif di Kelurahan Semampir, Desa Sukomulyo, Randuputih, Sebaung dan Sumberkedawung. Inovasi pengelolaan sampah lainnya melalui program Mana Salsa (Mari Bina Desa Kelola Sampah) turut didorong guna memperkuat kesadaran lingkungan di tingkat desa.
Dalam bidang pendidikan, Kabupaten Probolinggo mencatat prestasi dengan diraihnya penghargaan Adiwiyata Mandiri tahun 2024 oleh SMP Negeri 2 Kraksaan serta penghargaan Adiwiyata Nasional oleh SDN Patokan 1 dan SMKN 2 Kraksaan.
Penguatan budaya hidup sehat juga dilakukan melalui program Jumat Taqwa, Dermawan, Bersih, Sehat Minum Jamu, Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang mencakup kesehatan gizi, fisik, imunisasi, kesehatan jiwa dan lingkungan. Selain itu, penataan pasar juga menjadi bagian dari komitmen daerah dengan penyediaan ruang laktasi, alat pemadam api ringan (APAR) serta sarana dan prasarana sanitasi yang memadai.
Seluruh capaian dan inovasi tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam mewujudkan kabupaten yang sehat, mandiri dan berkelanjutan. Melalui sinergi antarsektor dan partisipasi masyarakat, Kabupaten Probolinggo optimistis dapat meraih predikat Kabupaten/Kota Sehat tingkat nasional tahun 2025. (nab/zid)
