Kelurahan Semampir dan Desa Sidopekso Ikuti Verifikasi Lokasi ProKlim KLH Secara Daring


Kraksaan, Lensaupdate.com - Kelurahan Semampir dan Desa Sidopeksi Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo mengikuti verifikasi lokasi Program Kampung Iklim (ProKlim) secara daring dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia melalui Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim.

Verifikasi lokasi ProKlim secara daring ini diikuti oleh Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan pada Selasa (19/8/2025) dan Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan pada Kamis (21/8/2025).

Kegiatan dilakukan dengan membandingkan data pada lembar isian ProKlim dan dokumen pendukung adaptasi, mitigasi perubahan iklim dan kelembagaan yang telah diunggah dalam Sistem Registry Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).

Verifikasi ini dipimpin oleh verifikator dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur sebagai tim pendamping. Dari perwakilan lokasi Proklim diikuti oleh Lurah Semampir Khozaymi, Kepala Desa Sidopekso Efa Herli Wahyuni, PT. PLN Nusantara Power, pengelola sampah/bank sampah, kelompok tani, BUMDes, posyandu dan kader proklim lainnya. 

Mereka didampingi oleh jajaran Pemerintah Daerah terdiri dari Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Probolinggo Ari Suciati, JF Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Sugeng Hariyono beserta staf DLH Kabupaten Probolinggo dan perwakilan dari Kecamatan Kraksaan.

Selain diskusi dan Tanya jawab, tim verifikator juga meminta ditunjukan spot lokasi secara live melalui zoom antara lain lokasi pengelolaan sampah/pengomposan, bank sampah, pertanian organik, pemanfaatan KRPL, rumah oksigen, IPAL Komunal dan lain-lain. 

“Dalam menghadapi perubahan iklim, dibutuhkan partisipasi semua pihak termasuk masyarakat perlu melakukan aksi adaptasi untuk menyesuaikan diri terhadap dampak yang terjadi serta mitigasi untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui penerapan pola hidup rendah emisi dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Misalnya menghemat pemakaian listrik, memaksimalkan penggunaan energi terbarukan,” ujar JF Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Kabupaten Probolinggo Sugeng Hariyono.

Sementara Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Agus Budianto melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Ari Suciati mengatakan Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan salah satu instrumen strategis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di tingkat lokal. 

“Program ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat kapasitas adaptasi serta menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK),” katanya.

Menurut Ari, pelaksanaan ProKlim di Kabupaten Probolinggo bukan hanya sekadar mengikuti program nasional, tetapi juga menjadi wadah nyata untuk mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan aksi-aksi adaptif yang dilakukan warga di tingkat RW, dusun, desa hingga kelurahan.

“Kami melihat bahwa pendekatan berbasis masyarakat yang diterapkan dalam ProKlim sangat relevan dengan kondisi lapangan. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, sektor swasta dan lembaga lainnya menjadi kekuatan utama dalam menjawab tantangan iklim secara konkret,” jelasnya.

Ari menambahkan selain mendorong aksi dari bawah (bottom-up), keberhasilan program ini juga sangat ditunjang oleh dukungan kebijakan dari atas (top-down), sehingga inisiatif lokal dapat berjalan lebih efektif, terukur dan berkelanjutan.

“Setiap kegiatan adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, pertanian ramah lingkungan hingga efisiensi energi perlu diinventarisasi secara baik. Ini penting agar kontribusi mereka dalam pengurangan risiko iklim dan emisi GRK dapat tercatat dan diakui secara nasional,” tambahnya.

DLH Kabupaten Probolinggo lanjut Ari, terus mendorong wilayah lain agar turut serta dalam program ini. “Kami optimistis, melalui ProKlim, upaya menjaga lingkungan dapat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dengan cara yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (nab/zid)