Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo menggela workshop membaca nyaring di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (6/8/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE selaku Bunda Literasi Kabupaten Probolinggo didampingi Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur dan naraumber membaca nyaring dari Komunitas Mutiara Rindang Kuswanto.
Workshop membaca nyaring hasil kolaborasi Dispersip dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan selaku Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo beserta Pokja 2 Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur menyampaikan isu yang ada saat ini menunjukkan skor membaca siswa/masyarakat Indonesia sebagaimana hasil Programme for International Student Assesment (PISA) yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tahun 2022 yang dilakukan 3 tahun sekali. Hasil pengukuran skor PISA Indonesia berada dalam kategori rendah yaitu 359 dan dimensi budaya literasi berada dalam kategori sedang dengan nilai 57,40.
“Sedangkan untuk nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Probolinggo di tahun 2024 berada dalam kategori sedang dengan angka 58,27 masih dibawah angka nasional yakni 73.52,” ujarnya.
Berdasarkan hal tersebut jelas Ghafur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam hal ini Dispersip Kabupaten Probolinggo mendukung peningkatan IPLM melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat, salah satunya adalah pelaksanaan workshop membaca nyaring.
“Workshop membaca nyaring ini bertujuan menumbuhkan minat baca dan literasi anak sesuai usia mereka. Selain itu dalam rangka mengenalkan kegiatan membaca di masyarakat dan menjadikan kegiatan membaca nyaring sebagai salah satu kegiatan utama untuk menumbuhkan minat baca dan literasi anak,” jelasnya.
Ghafur mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin dengan aktif menyimak materi yang diajarkan narasumber, termasuk praktik membaca nyaring. “Harapannya agar sepulangnya dari workshop ini ilmu yang diterima langsung dapat diimplementasikan kepada anak dan lingkungan sekitarnya,” harapnya.
Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE selaku Bunda Literasi Kabupaten Probolinggo mengatakan membaca nyaring merupakan salah satu upaya dalam membudayakan gemar membaca dan literasi pada masyarakat yang sudah seharusnya dilakukan secara terus menerus, berkesinambungan dan kolaborasi semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Dan sangat penting untuk diperkenalkan sejak dini.
“Membaca nyaring dapat dilakukan secara mudah, praktis dan oleh siapa saja, baik di lingkungan keluarga (orang tua), lingkungan sekolah (guru dan pustakawan sekolah) serta di lingkungan masyarakat (pustakawan, tenaga perpustakaan dan pegiat literasi),” katanya.
Ning Marisa menjelaskan beberapa peneliti dan praktisi telah menunjukkan dampak signifikan dari praktik membaca nyaring di berbagai area perkembangan membaca dan menjelaskan bahwa pengalaman membaca dengan nyaring mampu meningkatkan pengetahuan kosakata, pemahaman terhadap isi bacaan, motivasi atau minat membaca dan membangun pengetahuan yang diperlukan untuk keberhasilan membaca dan menulis.
“Harapan saya setelah mengikuti workshop membaca nyaring bagi Tim Penggerak PKK Kabupaten dan kecamatan ini dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring, menumbuhkan kecintaan pada buku serta meningkatkan kemampuan literasi secara keseluruhan bagi masyarakat,” jelasnya.
“Workshop membaca nyaring ini diharapkan tidak hanya menjadi pelatihan biasa, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam membangun budaya literasi sejak dini dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” pungkasnya. (nab/zid)
