Gending, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi penyandang disabilitas, lansia, rentan dan anak-anak.
Program ATENSI ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang rehabilitasi sosial. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dasar warga yang masuk kategori miskin dan sangat rentan, guna mendukung kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Sebelum bantuan disalurkan, Dinsos terlebih dahulu mengajukan usulan kepada Kemensos melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso. Prosesnya melibatkan asesmen langsung di lapangan, pemadanan dengan Data Terpadu Sejahtera Ekstrem Nasional (DTSEN) serta pemilihan calon penerima berdasarkan kriteria Desil 1 hingga 4. Hal ini dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang tepat dan membutuhkan.
Total penerima bantuan ATENSI tercatat sebanyak 164 orang yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Meliputi Kecamatan Gading sebanyak 16 orang, Kecamatan Pakuniran sebanyak 41 orang, Kecamatan Kotaanyar sebanyak 26 orang, Kecamatan Tegalsiwalan sebanyak 27 orang dan Kecamatan Gending sebanyak 53 orang.
Bantuan ATENSI oleh Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta kepada penyandang disabilitas, lansia, rentan dan anak di Kabupaten Probolinggo mencapai Rp 196.163.000 terdiri dari pemenuhan kebutuhan dasar sebesar Rp 176.978.000 dan penambahan modal usaha sebesar Rp 19.185.000.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Kecamatan Pakuniran pada Kamis (21/8/2025) dan Kantor Kecamatan Gending pada Jum’at (22/8/2025). Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Probolinggo serta perwakilan Forkopimka dari masing-masing kecamatan.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto mengatakan bantuan sosial yang diberikan sifatnya sementara dan bertujuan untuk meringankan beban kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, pentingnya pendekatan berbasis asesmen komprehensif agar bantuan lebih tepat guna.
“Kami ingin bantuan ini tidak hanya bersifat karitatif, tetapi mampu menjadi pemicu kemandirian bagi para penerima. Asesmen yang menyeluruh sangat penting agar program ini berdampak jangka panjang,” ungkapnya.
Dengan adanya penyaluran bantuan ATENSI ini, diharapkan masyarakat rentan di Kabupaten Probolinggo bisa lebih mudah mengakses layanan dasar yang berkualitas, sekaligus memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Diharapkan, bantuan program ATENSI ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat rentan yang selama ini kesulitan mengakses layanan dasar,” pungkasnya. (nab/zid)
