Lumbang, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo menunjukkan komitmennya dalam pelayanan sosial melalui penanganan cepat kasus seorang warga terlantar asal Kabupaten Pasuruan, Kamis (7/8/2025).
Perempuan tanpa identitas tersebut ditemukan dalam kondisi terlantar di Desa Lumbang Kecamatan Lumbang, setelah dilaporkan oleh warga kepada Polsek Lumbang. Berdasarkan laporan tersebut, Dinsos segera berkoordinasi dengan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Lumbang dan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti.
TKSK Lumbang mendampingi proses identifikasi awal. Meskipun perempuan tersebut dalam kondisi sehat, ia kesulitan memberikan informasi jelas terkait identitas maupun keluarganya serta hanya menyampaikan bahwa datang ke wilayah tersebut untuk mencari anaknya di Kecamatan Sukapura.
Dinsos melalui jaringan kerja T2P2KS (Tanggap Tuntas Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) segera mengambil alih penanganan lebih lanjut. Perempuan tersebut dibawa ke kantor Kecamatan Lumbang dan dilakukan pemeriksaan biometrik untuk mengungkap identitas aslinya.
Hasilnya menunjukkan bahwa ia bernama Asmiat, warga Dusun Ledok Desa Kayu Kebek Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Dinsos pun langsung melakukan koordinasi intensif dengan Dinsos Kabupaten Pasuruan untuk memfasilitasi proses pemulangan.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto mengatakan bahwa pihaknya memiliki prinsip bahwa setiap laporan warga rentan harus ditindaklanjuti cepat, lintas batas administratif jika perlu. Ini bukti bahwa pelayanan sosial harus responsif, tanggap dan kolaboratif.
“Dinas Sosial bukan hanya bekerja di balik meja. Kami turun langsung, memfasilitasi, berkoordinasi dan memastikan setiap kasus mendapat penyelesaian terbaik. Ini juga bagian dari penguatan Program SAE Sosial Care yang kami jalankan,” katanya.
Dari koordinasi lintas daerah tersebut jelas Rachmad, keluarga Asmiat pun akhirnya datang menjemput dan menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas perhatian dan pelayanan maksimal yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
“Alhamdulillah, langkah cepat yang kami lakukan dalam menangani warga terlantar ini bisa membantu masyarakat. Mereka turut mendoakan agar pimpinan daerah senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas,” terangnya.
Rachmad memberikan apresiasi kepada TKSK dan seluruh unsur lintas sektor yang telah bersinergi dalam penanganan kasus ini. Upaya seperti ini merupakan bagian dari Program SAE Sosial Care yang dijalankan oleh Tim T2P2KS sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam memberikan perlindungan dan layanan terbaik bagi warga yang membutuhkan.
“Kami akan terus mendorong peran aktif TKSK dan membangun kolaborasi lebih kuat lintas kecamatan dan kabupaten, demi memastikan tidak ada warga yang terabaikan dalam sistem perlindungan sosial,” pungkasnya. (mel/fas)
