BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan Air Bersih Bagi Warga Desa Tulupari dan Rejing


Tiris, Lensaupdate.com – Dalam rangka mengantisipasi krisis air bersih yang melanda daerah pegunungan dan dataran tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak di Kecamatan Tiris.


Senin (11/8/2025), BPBD melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) mendistribusikan total 10.000 liter air bersih ke dua desa yang mengalami gangguan pasokan air. Masing-masing sebanyak 5.000 liter disalurkan ke Dusun Dulugan Desa Tulupari dan Dusun Darungan Desa Rejing.


Di Dusun Dulugan Desa Tulupari, 30 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 90 jiwa terdampak krisis air bersih akibat matinya aliran Pamsimas. Sementara itu, 80 KK atau sekitar 245 jiwa di Dusun Darungan Desa Rejing menghadapi kesulitan serupa karena rusaknya saluran PDAM.


Langkah cepat ini merupakan bagian dari program tanggap darurat kekeringan BPBD Kabupaten Probolinggo yang rutin dilakukan saat musim kemarau. Wilayah Kecamatan Tiris sendiri diketahui menjadi salah satu titik rawan kekeringan yang terus dipantau oleh pemerintah daerah.


Distribusi air dilakukan bersama unsur dari Polres Probolinggo dan Polsek Tiris serta Kepala Desa dan Perangkat Desa Tulupari dan Rejing Kecamatan Tiris. Kolaborasi ini bertujuan agar proses pendistribusian berjalan lancar dan tepat sasaran.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga hak dasar masyarakat, terutama terkait akses air bersih. “Kami tidak tinggal diam saat laporan masuk. Begitu menerima informasi adanya kekeringan, tim langsung turun ke lapangan membawa bantuan air bersih,” ujarnya.


Oemar juga mengapresiasi dukungan dari perangkat desa yang telah membantu memastikan distribusi air menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. “Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi tantangan kekeringan tahunan,” jelasnya.


Lebih lanjut Oemar menghimbau para Kepala Desa di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo agar segera melaporkan potensi atau kejadian kekeringan di daerah masing-masing. Hal ini penting agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat.


“Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan langkah antisipatif jangka panjang. Harapan kami, bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi,” pungkasnya. (mel/fas)