Pemkab Probolinggo Lakukan Evaluasi Pengelolaan Manajemen Alkes dan Pemanfaatan ASPAC di Fasyankes


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan manajemen alat kesehatan (alkes) dan pemanfaatan aplikasi ASPAC (Aplikasi Sarana Prasarana dan Alkes) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Selasa (22/7/2025).


Kegiatan yang berlangsung di ruang Bougenvile Kantor Dinkes Kabupaten Probolinggo ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh peralatan kesehatan di Puskesmas dan fasyankes lainnya dikelola dengan efisien, akurat dan tepat guna sehingga mampu menunjang kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.


Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Sri Rusminah mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan daerah.


“Kami melakukan evaluasi terhadap tata kelola sarana dan prasarana serta membentuk pedoman baku pengelolaan alkes agar tidak ada lagi peralatan rusak yang tidak terpakai hanya karena buruknya manajemen,” ujarnya.


Rusminah menerangkan ada tiga fokus utama dalam evaluasi kali ini meliputi menata ulang sistem inventarisasi dan pemetaan alkes di Puskesmas, menyusun panduan pembinaan serta pengawasan sarana dan prasarana dan mengevaluasi laporan kinerja Puskesmas dari sisi manajemen alat dan fasilitas.


“Output yang ditargetkan dari kegiatan ini mencakup identifikasi menyeluruh atas masalah teknis dan manajerial terkait alkes dan PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga), pembentukan tim verifikasi data yang akan memvalidasi kelengkapan dan fungsi alat kesehatan serta penyusunan pedoman tetap (protap), protokol validasi serta laporan teknis untuk monitoring jangka panjang,” jelasnya.


Menurut Rusminah, langkah ini penting karena buruknya pemeliharaan dan manajemen alat kesehatan terbukti menjadi penyebab utama downtime peralatan medis, penurunan kualitas layanan,hingga pemborosan anggaran daerah.


“Transformasi kesehatan sebagaimana ditekankan dalam kegiatan ini mencakup peningkatan mutu layanan, efisiensi sistem serta kecepatan dalam penanganan pasien. Oleh karena itu, pemeliharaan rutin, perencanaan matang dan kalibrasi berkala menjadi kunci keberhasilan,” terangnya.


Saat ini jelas Rusminah, Kabupaten Probolinggo memiliki jaringan fasilitas layanan kesehatan yang cukup luas meliputi 33 puskesmas, 85 Puskesmas Pembantu, 1 Laboratorium Kesehatan Daerah, 20 Klinik Pratama serta 6 rumah sakit (2 pemerintah dan 4 swasta).


“Sebagai garda terdepan, Puskesmas dituntut untuk memiliki alat yang andal dan siap pakai agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal tanpa hambatan teknis. Jika manajemen alkes di Puskesmas tidak dibenahi, maka risiko keterlambatan layanan dan biaya tambahan akan meningkat. Evaluasi ini adalah langkah preventif yang wajib dilakukan," pungkasnya. (ren/zid)