Banner peringatan dipasang di tiga titik perlintasan diantaranya JPL 176, JPL 178 dan JPL 182. Meski sudah tersedia pos jaga dan palang pintu di lokasi tersebut, operasionalnya belum bisa dimulai karena masih menunggu ketersediaan petugas penjaga perlintasan.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto melalui Kasi Keselamatan Transportasi Mochammad Kartono mengatakan pemasangan banner ini merupakan langkah awal dalam rangka mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di perlintasan sebidang.
“Kami menyadari bahwa keberadaan palang dan pos jaga belum cukup jika belum ada petugas yang mengoperasikan. Oleh karena itu, pemasangan banner ini menjadi bentuk peringatan dini agar masyarakat tetap berhati-hati saat melintas,” katanya.
Rencananya, operasional resmi di tiga JPL tersebut akan dimulai pada 1 Oktober 2025. “Oleh karena itu masyarakat kami himbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan tanda-tanda keselamatan yang sudah dipasang di lokasi,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga melibatkan sejumlah pihak seperti Jasa Raharja dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Sumberasih. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga yang melintasi jalur ini mengetahui potensi bahaya jika tidak berhati-hati. Kita tidak bisa menunggu sampai ada korban baru bertindak,” lanjutnya.
Lebih lanjut Tono menyampaikan setelah petugas jaga tersedia, pos dan palang pintu di ketiga lokasi itu akan langsung dioperasikan secara penuh. Namun hingga saat ini, proses rekrutmen dan pelatihan SDM masih dalam tahap koordinasi dengan instansi terkait.
“Dengan adanya peringatan dini ini kami berharap masyarakat tidak menganggap enteng kondisi perlintasan sebidang, terutama di jalur yang belum beroperasi penuh. Masyarakat kami minta untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan selalu memperhatikan situasi sebelum menyeberang rel,” pungkasnya. (nab/zid)
