Dringu, Lensaupdate.com - Dalam rangka mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menyelenggarakan temu teknis dan lomba kelompok tani berbasis inovasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program penyuluhan pertanian tahun 2025 yang mengedepankan pendekatan lapangan dan kompetisi antar kelompok tani (Poktan).
Sebanyak 11 poktan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo turut serta dalam kegiatan ini. Yakni, Poktan Gebangan Makmur Desa Gebangan Kecamatan Krejengan, Poktan Tani Maju Desa Nogosaren Kecamatan Gading, Poktan Sedya Mulya Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan, Poktan Sumber Rejeki Desa Pesisir Kecamatan Gending dan Poktan Barokah Tani Desa Liprak Wetan Kecamatan Banyuanyar.
Selanjutnya, Poktan Tani Makmur III Desa Sumber Kledung Kecamatan Tegalsiwalan, Poktan Sumber Makmur I Desa Sumberkare Kecamatan Wonomerto, Poktan Kropak Tiga Bintaosan Desa Kropak Kecamatan Bantaran, Poktan AER II Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu, Poktan Makmur Dua Desa Wonogoro Kecamatan Lumbang dan Poktan Berhasil I Desa Andungbiru Kecamatan Tiris.
Kegiatan ini dinilai langsung oleh tim dari Diperta Probolinggo bersama Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo dengan fokus penilaian pada aspek penilaian meliputi legalitas kelompok tani, kesesuaian lahan dan iklim, pemilihan bibit unggul, pemanfaatan dan pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan) pra panen, teknik budidaya (pemupukan, pengairan dan pengendalian OPT), inovasi dan kreativitas serta penerapan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Plh Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Evi Rosella menyampaikan lomba ini menjadi ajang adu strategi budidaya tanaman antar kelompok tani untuk menilai sejauh mana inovasi diterapkan dalam praktik pertanian. “Melalui kompetisi ini kami ingin mendorong petani agar lebih adaptif terhadap teknologi dan inovasi yang bisa meningkatkan hasil panen dan efisiensi produksi,” ungkapnya.
Evi menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan sistem budidaya modern, mendorong peningkatan kualitas hasil panen, dan memperkuat jejaring antar kelompok tani guna mempercepat adopsi teknologi.
“Tiga kelompok tani terbaik dari 11 peserta akan dipilih dan mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan, sebesar Rp 5 juta untuk juara pertama, Rp 4 juta untuk juara kedua dan Rp 3 juta untuk juara ketiga,” jelasnya.
Menurut Evi, manfaat dari kegiatan ini tidak hanya berupa hadiah, tetapi juga mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, memperkuat semangat kompetisi sehat serta membangun citra positif dunia pertanian.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan lomba ini kami berharap akan muncul lebih banyak kelompok tani inovatif yang mampu menjadi pelopor dalam transformasi pertanian berbasis teknologi dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (mel/fas)
