Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggandeng rumah sakit melaksanakan Surveilans Aktif Rumah Sakit (SARS), Kamis (10/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan penyakit menular dan memperkuat deteksi dini terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, terutama Polio.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Nina Kartika mengatakan seiring dengan penurunan cakupan imunisasi selama pandemi, kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP) yang merupakan gejala utama polio mulai ditemukan kembali.
“Hal ini mengejutkan banyak pihak, karena Indonesia telah dinyatakan bebas polio oleh WHO (World Health Organization) pada tahun 2014. Namun, dengan banyaknya anak yang tidak mendapatkan vaksinasi lengkap sejak pandemi, ancaman polio kembali muncul,” katanya.
Menurut Nina, Surveilans Aktif Rumah Sakit (SARS) kali ini difokuskan pada Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dengan perhatian khusus pada AFP. “Kegiatan ini dilakukan di dua rumah sakit di Kabupaten Probolinggo yakni RSIA Siti Fatimah dan Rumah Sakit Graha Sehat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, tim dari Dinkes yang terdiri dari analis epidemiologi dan petugas surveilans melakukan pemeriksaan terhadap pelaporan kasus AFP yang tercatat dalam enam bulan terakhir. Mereka juga melakukan wawancara dengan petugas IGD, ruang rawat inap anak dan dokter spesialis saraf untuk memastikan deteksi gejala AFP yang belum terlaporkan.
“Tim juga mengevaluasi sistem pelaporan internal di rumah sakit serta koordinasi dengan Dinkes. Semua langkah ini bertujuan agar pelaporan kasus dapat dilakukan dengan cepat, akurat dan tepat waktu, sehingga langkah penanggulangan dapat diambil dengan segera,” lanjutnya.
Nina menegaskan kegiatan ini merupakan upaya penting untuk memperkuat kewaspadaan dini terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat penyakit menular. Rumah sakit memiliki peran strategis dalam mendeteksi penyakit yang berpotensi menular dan segera melaporkannya ke pihak berwenang.
“Surveilans aktif ini adalah langkah preventif untuk mencegah penyebaran penyakit menular, terutama polio. Kami mengharapkan rumah sakit dapat lebih aktif dalam melaporkan gejala AFP dan penyakit lain yang dapat dicegah dengan imunisasi. Penanganan dini akan sangat membantu untuk mencegah penyakit tersebut berkembang menjadi KLB," tegasnya.
Lebih lanjut Nina menambahkan surveilans aktif ini menjadi sangat penting untuk mengatasi penurunan cakupan imunisasi selama pandemi. "Kami akan terus bekerja sama dengan rumah sakit untuk memastikan tidak ada kasus penyakit menular yang terlewatkan,” ujarnya.
Nina berharap dengan adanya kegiatan Surveilans Aktif Rumah Sakit, rumah sakit dapat memperkuat peran mereka sebagai garda terdepan dalam deteksi dini penyakit menular. “Kami mengharapkan agar cakupan imunisasi anak di Kabupaten Probolinggo dapat kembali meningkat untuk mencegah munculnya kasus penyakit seperti polio yang dapat dicegah dengan vaksinasi,” pungkasnya. (nab/zid)
