Gading, Lensaupdate.com - Sebanyak 12.730 anak di Kabupaten Probolinggo tercatat belum mengenyam pendidikan, putus sekolah, maupun tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo yang terus mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk mengembalikan anak-anak ke dunia pendidikan.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengungkapkan data tersebut dalam kegiatan sosialisasi pentingnya pendidikan bagi anak di Pendopo Kecamatan Gading, Rabu (4/11/2026). Persoalan anak tidak sekolah membutuhkan penanganan bersama, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa hingga masyarakat.
Dari total sekitar 12.730 anak tersebut, sebanyak 4.169 anak belum pernah mengenyam pendidikan. Kemudian, 4.615 anak tidak melanjutkan sekolah dan 3.947 anak lulusan yang tidak meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Khusus di Kecamatan Gading, terdapat sekitar 359 anak yang mengalami putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan. Sementara itu, capaian partisipasi pendidikan di wilayah tersebut berbeda pada setiap kelompok usia.
Partisipasi PAUD/TK tercatat mencapai 100 persen. Untuk kelompok usia 7–12 tahun mencapai 101,11 persen, sedangkan kelompok usia 13–15 tahun sebesar 84,67 persen.
Hary menjelaskan, angka tersebut menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap keberlanjutan pendidikan, terutama pada kelompok usia yang masih berpotensi tidak melanjutkan sekolah. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai unsur agar anak-anak yang belum memperoleh pendidikan dapat terjangkau.
“Terdapat sekitar 12.730 anak tidak sekolah di Kabupaten Probolinggo. Angka itu terdiri atas 4.169 anak yang belum pernah mengenyam pendidikan, 4.615 anak yang tidak melanjutkan sekolah serta 3.947 anak lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, upaya penanganan tidak cukup hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah. Pendekatan langsung kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggal anak juga diperlukan untuk mengetahui kondisi yang menyebabkan mereka tidak bersekolah.
“Karena itu, kami membutuhkan dukungan dan sinergi dari kecamatan, pemerintah desa, TP PKK serta seluruh elemen masyarakat. Edukasi kepada orang tua perlu terus dilakukan agar anak-anak yang belum sekolah maupun yang putus sekolah dapat kembali memperoleh hak pendidikannya,” terangnya.
Kegiatan sosialisasi di Kecamatan Gading tersebut turut melibatkan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Camat Gading Erwin Yulianto, Ketua TP PKK Kecamatan Gading, serta Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Probolinggo beserta jajaran.
Dalam kesempatan itu, Ning Marisa mengajak kader PKK ikut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan. Kader PKK dinilai memiliki kedekatan dengan keluarga sehingga dapat membantu mengubah pola pikir orang tua yang masih menganggap anak cukup dibekali kemampuan bekerja tanpa harus menempuh pendidikan lebih tinggi.
Ia juga menyoroti pernikahan dini sebagai salah satu faktor yang dapat menyebabkan anak tidak melanjutkan sekolah. Orang tua diharapkan memberikan kesempatan kepada anak, khususnya perempuan, untuk menyelesaikan pendidikan minimal hingga jenjang SMA.
Melalui kolaborasi Disdikdaya, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan TP PKK, edukasi kepada keluarga diharapkan semakin luas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak di Kabupaten Probolinggo tetap mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan. (riz/zid)
