Kraksaan, Lensaupdate.com - Masyarakat Kabupaten Probolinggo mendapat dukungan anggaran sebesar Rp19.824.700.000 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui 16 jenis program. Bantuan tersebut menyentuh berbagai kebutuhan, mulai dari pertanian, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi hingga perlindungan sosial.
Penyaluran bantuan itu menjadi bagian dari kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di ruang utama Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Selasa (3/11/2026) sore, dengan dihadiri Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris.
Bupati Haris menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Jatim terhadap kebutuhan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak langsung bagi warga penerima.
“Atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian khusus Ibu Khofifah Indar Parawansa kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo. Semoga seluruh bantuan yang diberikan membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bupati Haris, dukungan tersebut tidak hanya berupa bantuan sosial, tetapi juga mencakup penguatan sektor produktif dan pembangunan daerah. Di antaranya bantuan alat dan mesin pertanian, pembinaan pembangunan jalan kabupaten melalui 150 paket aspal dari Dinas PU, paket gizi, pelayanan kesehatan hingga kegiatan untuk penyandang disabilitas dan sunatan massal.
Ia juga menilai penggunaan data sebagai dasar pengambilan kebijakan merupakan hal penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Haris mengaku mendapat banyak pelajaran dari pola kerja Gubernur Khofifah yang menekankan pentingnya data dalam memahami dan menyelesaikan persoalan.
“Saya banyak belajar dari Ibu Gubernur. Setiap pagi beliau selalu menyampaikan dan membaca data. Dalam menyelesaikan berbagai persoalan, beliau selalu menekankan pentingnya data. Ini menjadi pelajaran bagi kami bahwa setiap kebijakan harus didukung data yang akurat,” jelasnya.
Selain sektor pembangunan dan kesejahteraan sosial, Bupati Haris turut mengapresiasi perhatian Pemprov Jatim terhadap pelestarian lingkungan, termasuk kegiatan penanaman mangrove di Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan alam dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
“Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan ikut menciptakannya. Apa yang dilakukan Ibu Gubernur melalui kegiatan menanam ini merupakan contoh nyata. Menanam bukan sekadar meletakkan pohon di tanah, tetapi juga menanam kebaikan dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani menjelaskan, total bantuan untuk Kabupaten Probolinggo mencapai Rp19.824.700.000. Anggaran yang bersumber dari rupiah murni dan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tersebut diarahkan untuk penanganan kemiskinan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Total bantuan yang disalurkan untuk Kabupaten Probolinggo mencapai Rp19.824.700.000. Ini merupakan angka yang luar biasa dan menjadi bentuk kecintaan Ibu Gubernur kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo. Bantuan ini tidak hanya untuk penanganan kemiskinan, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 16 jenis program yang disalurkan meliputi bantuan alat dan mesin pertanian, pembinaan jalan kabupaten, paket gizi pencegahan stunting, rombong jualan dari Baznas, zakat produktif, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas, Program Jatim Puspa dan bantuan keuangan desa.
Dukungan lainnya diberikan untuk pemberdayaan nelayan, bantuan lansia melalui PKH Plus, Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara dan KIP KPM Jawara, bantuan tunai fakir, bedah rumah dari Baznas, program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), operasional pendamping PKH Plus serta tali asih bagi TKSK dan Tagana.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jatim juga menghadirkan pelayanan langsung bagi masyarakat. Restu menyebutkan, layanan yang disediakan antara lain khitanan massal bagi 93 anak, fasilitasi akad nikah dan isbat nikah bagi tujuh pasangan, pemeriksaan kesehatan gratis, dukungan psikososial untuk anak dan remaja, layanan perpustakaan dan literasi, serta pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan digitalisasi perlindungan sosial.
Layanan digitalisasi perlindungan sosial menjadi salah satu sarana bagi warga untuk berkonsultasi mengenai status desil maupun kepesertaan bantuan sosial. Masyarakat yang menyampaikan persoalan terkait data penerima bantuan dapat diarahkan untuk menjalani verifikasi ulang sesuai kondisi di lapangan.
“Banyak masyarakat yang datang menanyakan status desilnya, termasuk yang belum menerima bantuan sosial. Kami memberikan pelayanan dan meneruskan sejumlah persoalan kepada Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo untuk dilakukan verifikasi ulang sesuai kondisi masyarakat,” jelasnya.
Sementara Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan mempererat silaturahmi sekaligus menambah pengetahuan dan memperkuat persaudaraan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kepala desa, camat, bupati, sekretaris daerah, kepala OPD, jajaran Forkopimda, perwakilan BUMD dan seluruh unsur masyarakat yang mendukung kegiatan tersebut.
“Yakinlah, langkah kita dari rumah masing-masing menuju ke sini, kalau diniatkan bahwa kita ini bagian dari proses pencarian ilmu, ilmu kehidupan dan ilmu persaudaraan, maka setiap langkah kita akan memudahkan jalan kita menuju surganya Allah,” ungkapnya.
Melalui penyaluran bantuan dan pelayanan tersebut, Pemprov Jatim berharap dukungan terhadap masyarakat dapat menjangkau berbagai kelompok penerima. Pemkab Probolinggo juga berharap kolaborasi dengan pemerintah provinsi terus berlanjut untuk memperkuat perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. (nab/zid)
