Disporapar Kabupaten Probolinggo Siapkan 40 Pemandu Wisata Kantongi Lisensi Profesional


Dringu, Lensaupdate.com - Sebanyak 40 pemandu wisata di Kabupaten Probolinggo mendapat pembekalan kompetensi dan persiapan pengajuan lisensi profesi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan. Upaya ini dilakukan agar pemandu semakin siap memberikan informasi, memperkenalkan potensi lokal, serta menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

Program pemantapan kompetensi dan persiapan lisensi pemandu wisata tersebut digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (20–22/10/2026), di ruang diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi dari East Java Ecotourism Forum (EJEF) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Pembekalan meliputi pemahaman pariwisata, persiapan dan teknik pemanduan, pertolongan pertama, etika profesi, serta penyusunan ulasan dan laporan kegiatan kepemanduan.

Peserta juga mengikuti praktik kepemanduan, diskusi, tanya jawab, dan evaluasi. Selain penguatan keterampilan, mereka mendapat panduan teknis serta praktik pengajuan lisensi pramuwisata secara daring melalui aplikasi JOSS.

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan potensi pariwisata daerah yang beragam perlu didukung sumber daya manusia yang kompeten agar mampu memberikan pengalaman wisata berkualitas.

Menurutnya, pemandu wisata memiliki peran strategis karena berhadapan langsung dengan wisatawan. Mereka tidak hanya bertugas menyampaikan informasi mengenai destinasi, tetapi juga memperkenalkan keunikan budaya lokal dan memberikan pelayanan yang baik.

“Pemandu wisata berada di garis depan dalam melayani wisatawan, menyampaikan informasi serta memperkenalkan keunikan destinasi dan budaya lokal. Karena itu, kemampuan pemandu tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan tentang objek wisata,” katanya.

Heri menambahkan, kemampuan komunikasi, etika profesi, pelayanan prima, serta pemahaman mengenai keselamatan dan kenyamanan pengunjung menjadi bekal penting bagi seorang pemandu wisata.

Karena itu, peningkatan kompetensi perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap standar profesi dan persyaratan lisensi yang berlaku.

“Melalui pembekalan ini, peserta diharapkan memahami kompetensi serta persyaratan yang perlu dipersiapkan untuk memperoleh lisensi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Heri berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong penerapan keterampilan dalam pelayanan wisata sehari-hari. Pemandu yang kompeten diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Kabupaten Probolinggo.

Ia juga mendorong sinergi antara pemandu wisata, pelaku industri pariwisata, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengalaman pengunjung, serta mendukung pengembangan destinasi secara berkelanjutan.

Sementara Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Kabupaten Probolinggo Umi Subiyantiningsih menjelaskan kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pemandu sekaligus mempersiapkan mereka mengikuti tahapan pengajuan lisensi.

“Peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan kepemanduan, memahami etika profesi serta mengetahui langkah-langkah pertolongan pertama dalam kegiatan wisata. Pembekalan juga mencakup pemahaman mengenai mekanisme pengajuan lisensi melalui aplikasi JOSS,” ungkapnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berupaya memperkuat kualitas sumber daya manusia pariwisata. Dengan bekal keterampilan dan pemahaman mengenai proses pengajuan lisensi, para pemandu diharapkan semakin siap memberikan pelayanan yang profesional dan mendukung perkembangan pariwisata daerah. (nab/zid)