Paiton, Lensaupdate.com - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo mengajak generasi muda berperan aktif mengurangi pemborosan makanan melalui gerakan Stop Boros Pangan. Para anggota Pramuka diharapkan menjadi penggerak perubahan dengan membiasakan konsumsi pangan secara bijak, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam sosialisasi penyelamatan pangan pada kegiatan Jamboree on the Air–Jamboree on the Internet (JOTA-JOTI) dan Peran Saka Tahun 2026. Kegiatan yang digelar Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Probolinggo itu berlangsung di kawasan wisata Candi Jabung, Desa Jabungcandi, Kecamatan Paiton, Sabtu (17/10/2026).
Sosialisasi yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo sebagai bagian dari Satuan Karya (Saka) Taruna Bumi tersebut diikuti sekitar 300 peserta JOTA-JOTI dari perwakilan SMA/SMU se-Kabupaten Probolinggo.
Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mencegah pemborosan makanan, mengenali penyebab kehilangan pangan, serta memahami dampaknya terhadap lingkungan dan ketersediaan bahan pangan. Peserta yang mengikuti kuis juga berkesempatan mendapatkan tumbler bertema Stop Boros Pangan dan sertifikat Duta Stop Boros Pangan.
Kepala Bidang Penanganan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Nurul Komaril Asri mengatakan edukasi kepada generasi muda menjadi langkah penting untuk membangun kebiasaan konsumsi yang bertanggung jawab.
Ia mendorong peserta jambore dari berbagai gugus depan agar tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi turut menyebarluaskan gerakan tersebut kepada teman sebaya dan keluarga masing-masing.
“Harapannya, adik-adik perwakilan peserta Jambore dari gugus depan se-Kabupaten Probolinggo setelah mengetahui tentang Stop Boros Pangan bisa menjadi duta bagi teman-temannya ketika kembali ke sekolah, juga bagi keluarganya, ibunya serta tetangga di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Menurut Nurul, ketersediaan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijaga bersama. Tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan menuntut masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan makanan agar pangan yang tersedia tidak terbuang sia-sia.
“Pangan merupakan bagian penting dari keberlanjutan kehidupan. Dengan kondisi iklim global yang tidak menentu dan adanya kerusakan lingkungan, pangan harus kita hemat dan jaga agar ketersediaannya tetap terpelihara untuk generasi berikutnya,” terangnya.
Ia menjelaskan, penerapan gerakan Stop Boros Pangan dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya mengambil makanan sesuai kebutuhan, menghabiskan makanan yang telah diambil serta tidak membuang bahan pangan yang masih layak dikonsumsi.
Kebiasaan tersebut diharapkan tumbuh menjadi perilaku yang dilakukan secara konsisten, bukan sekadar mengikuti imbauan selama kegiatan sosialisasi. Dengan begitu, generasi muda dapat ikut berkontribusi dalam mengurangi pangan terbuang sekaligus mendukung upaya pencegahan kerawanan pangan.
Salah seorang siswi SMPN 1 Wonomerto yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pentingnya penyelamatan pangan. Ia menilai sosialisasi itu memberikan wawasan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
“Materinya sangat bermanfaat karena sebelumnya belum mengetahui secara mendalam tentang gerakan Stop Boros Pangan. Bagus banget, bisa mendapatkan ilmu yang banyak. Awalnya saya tidak tahu tentang pengetahuan tentang Stop Boros Pangan,” ujarnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat mendorong dirinya dan teman-teman untuk lebih menghargai makanan serta mengurangi kebiasaan membuang pangan yang masih layak dikonsumsi.
Melalui sosialisasi ini, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo berharap anggota Pramuka mampu menjadi pelopor perilaku konsumsi yang bijak. Keterlibatan generasi muda diharapkan memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketersediaan pangan untuk kebutuhan saat ini dan generasi mendatang. (ren/zid)
