Diskan Kabupaten Probolinggo Dorong Pengasap Ikan Penuhi Standar Mutu dan Keamanan Pangan


Dringu, Lensaupdate.com - Pelaku usaha pengasapan ikan di Kabupaten Probolinggo didorong memperbaiki proses produksi agar menghasilkan produk yang higienis, aman dikonsumsi dan memiliki daya saing lebih kuat. Salah satu langkah yang dilakukan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo adalah memberikan bimbingan teknis penyusunan panduan mutu Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP).

Bimbingan teknis tersebut digelar di UPT Perikanan Budidaya Air Tawar/Payau Dringu, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini diikuti 20 pelaku usaha pengasapan ikan dari Desa Tamansari Kecamatan Dringu dan Desa Kramatagung Kecamatan Bantaran.

Materi yang diberikan mencakup praktik penyusunan panduan mutu GMP dan SSOP serta tata cara pengajuan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai persyaratan yang perlu dipenuhi unit pengolahan ikan agar proses produksi berjalan sesuai standar higiene, sanitasi dan keamanan pangan.

Sekretaris Diskan Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih menegaskan bahwa penerapan standar pengolahan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas produk perikanan. Pelaku usaha tidak cukup hanya menghasilkan produk, tetapi juga perlu memastikan proses pengolahannya memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Penerapan GMP dan SSOP menjadi bagian penting dalam menghasilkan produk olahan perikanan yang higienis, saniter dan aman dikonsumsi. Melalui bimbingan teknis ini, pelaku usaha diharapkan mampu menyusun panduan mutu sesuai dengan kondisi unit pengolahan dan proses produksi masing-masing,” ujarnya.

Menurut Endang, penyusunan panduan mutu harus disesuaikan dengan kondisi nyata di setiap unit usaha. Penerapannya juga perlu dilakukan secara konsisten, mulai dari menjaga kebersihan tempat produksi hingga memastikan peralatan, bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan dan distribusi produk memenuhi persyaratan.

“Pembekalan ini diharapkan membantu peserta memahami persyaratan yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan usaha pengolahan hasil perikanan. Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki sekaligus menyusun panduan mutu yang sesuai dengan proses produksi di unit masing-masing,” harapnya.

Kepala Bidang Bina Usaha Perikanan Diskan Kabupaten Probolinggo, Asmiyati Kurnianingsih, menambahkan bahwa peningkatan kualitas produk menjadi salah satu faktor penting agar hasil olahan ikan mampu bersaing di pasar. Pemahaman yang diperoleh selama bimtek diharapkan diterapkan langsung dalam kegiatan usaha sehari-hari.

“Harapannya, pelaku usaha tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga menerapkannya secara nyata dalam proses produksi. Dengan pengolahan yang lebih higienis dan memenuhi persyaratan, mutu serta keamanan produk dapat lebih terjaga dan daya saing usaha meningkat,” ungkapnya.

Kegiatan yang dibuka Endang Rustiningsih tersebut turut menghadirkan narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Peserta memperoleh penjelasan teknis sebagai bekal untuk mengevaluasi proses produksi dan menyusun panduan mutu sesuai karakteristik usaha masing-masing.

Diskan Kabupaten Probolinggo berharap para peserta mampu memahami prinsip GMP dan SSOP, menyusun panduan mutu, serta mempersiapkan unit pengolahan untuk memenuhi persyaratan sertifikasi SKP.

“Sertifikat ini diharapkan dapat diperoleh oleh unit pengolahan yang telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Penerapan standar mutu secara berkelanjutan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kualitas produk olahan perikanan sekaligus mendukung perkembangan usaha pengasapan ikan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (nab/zid)